PALANGKA RAYA – Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali muncul di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan mulai meresahkan warga. Penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini dilaporkan menyerang kawasan permukiman padat penduduk, dengan korban berasal dari berbagai kelompok usia.
Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan Palangka Raya, sedikitnya tujuh warga dinyatakan terjangkit DBD dan harus menjalani penanganan medis. Sebagian pasien dirawat di rumah sakit dan puskesmas, sementara lainnya menjalani pemulihan di rumah dengan pengawasan tenaga kesehatan.
Salah satu wilayah yang terdampak berada di Jalan Mendawai Ujung, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya. Kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir diduga menjadi faktor pendukung meningkatnya populasi nyamuk penular DBD di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, Riduan, mengatakan sebagian pasien datang dengan keluhan khas demam berdarah, seperti demam tinggi, nyeri badan, sakit kepala, dan pusing. “Dari laporan yang kami terima, total ada tujuh warga yang terjangkit. Tiga orang sudah sempat dirawat dan dipulangkan, sementara empat lainnya baru masuk rumah sakit dan masih menjalani perawatan,” ujar Riduan, Minggu (25/01/2026).
Menurutnya, Dinas Kesehatan langsung mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran lebih luas. Upaya awal dilakukan melalui edukasi masyarakat dan penyelidikan epidemiologi (PE) di lingkungan sekitar pasien.
“Kami langsung menginstruksikan petugas untuk melakukan penyelidikan epidemiologi terlebih dahulu. Setelah itu dilanjutkan pemeriksaan entomologi, dan jika memenuhi syarat, akan dilakukan fogging di lapangan,” jelasnya.
Riduan menegaskan bahwa fogging bukan satu-satunya solusi, melainkan langkah lanjutan setelah pemetaan sumber penularan dilakukan. Ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan potensi penyebaran DBD yang lebih luas, terutama di wilayah permukiman padat dengan banyak genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Dinas Kesehatan Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas, serta langkah tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk. “Pencegahan paling efektif tetap dimulai dari rumah masing-masing. Jika lingkungan bersih dan bebas jentik, risiko penularan bisa ditekan,” pungkas Riduan. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan