PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul naiknya debit air Sungai Kahayan dan Sungai Rungan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah kota maupun daerah hulu sungai.
BPBD menilai peningkatan debit air yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian serius, terutama bagi warga yang bermukim di kawasan rawan banjir. Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kenaikan debit air yang cukup terasa di sejumlah titik. “Dari hasil pemantauan tim di lapangan, debit air sungai mengalami peningkatan yang cukup signifikan, sehingga masyarakat kami minta tetap waspada,” ujar Heri Fauzi, Kamis (01/01/2026).
Ia menjelaskan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah kawasan yang selama ini kerap terdampak banjir. Lokasi pemantauan meliputi Jalan Anoi dan Komplek Mendawai di Kelurahan Langkai, Kelurahan Petuk Katimpun, beberapa wilayah di Kelurahan Bukit Tunggal, kawasan Pelabuhan Rambang Kelurahan Pahandut, serta Kelurahan Tumbang Rungan.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, BPBD mencatat kenaikan debit air berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter. Perbedaan ketinggian air di setiap wilayah dipengaruhi oleh kondisi kontur dan dataran setempat.
Di Kelurahan Petuk Katimpun, debit air dilaporkan meningkat hingga menutupi badan jalan menuju Katimpun Bawah dengan panjang genangan sekitar 20 meter. Meski demikian, aktivitas warga masih berjalan normal. “Kendaraan masih bisa melintas, namun kami mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melewati genangan,” kata Heri.
Sementara itu, genangan air juga terpantau di kawasan Jalan Pelatuk VII dan Jalan Anoi. Di Jalan Pelatuk VII, genangan air mencapai panjang sekitar 150 meter dengan kenaikan debit hingga 20 sentimeter. Akses jalan masih dapat dilalui oleh masyarakat.
Menurut Heri, kondisi saat ini masih dalam batas terkendali. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi potensi perubahan situasi apabila hujan terus mengguyur wilayah hulu. “Secara umum kondisi masih terkendali, tetapi tetap perlu kewaspadaan karena situasi bisa berubah jika curah hujan masih tinggi,” ujarnya.
BPBD juga mencatat Sungai Kahayan mengalami kenaikan debit air rata-rata 20 hingga 30 sentimeter, sedangkan Sungai Rungan meningkat hingga sekitar 25 sentimeter. Kondisi tersebut dipengaruhi langsung oleh curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai. “Hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu sangat berdampak terhadap kenaikan debit air sungai di Palangka Raya,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG, menghindari aktivitas di bantaran sungai, serta mengamankan barang-barang dan dokumen penting.
“Kami siaga selama 24 jam. Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat segera melapor karena keselamatan warga menjadi prioritas utama,” tegas Heri. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan