KOTAWARINGIN TIMUR – Aktivitas warga di kawasan Baamang terganggu akibat genangan air yang tak kunjung surut. Sejumlah ruas jalan lingkungan di Kota Sampit berubah menjadi kubangan air, memaksa pengendara melambat bahkan memilih jalur alternatif.
Salah satu titik terdampak paling mencolok berada di Jalan Christopel Mihing, Kelurahan Baamang Barat, tepat di sekitar kawasan Panti Asuhan Bahagia. Air menutup sebagian badan jalan dan membuat lalu lintas, khususnya sepeda motor, tersendat sejak beberapa hari terakhir.
Warga setempat menyebut genangan mulai terlihat sejak akhir pekan lalu dan semakin meluas setelah hujan kembali turun. Nor, warga Kecamatan Baamang, mengaku kondisi banjir cukup merepotkan saat melintas di jalur tersebut. “Beberapa hari lalu saya melintas dan air sudah cukup tinggi, jadi harus ekstra hati-hati. Kondisinya belum juga membaik,” tuturnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lain. Menurut Siblun, genangan air bukan semata dipicu hujan, tetapi juga disebabkan aliran drainase yang tidak berfungsi maksimal.“Air seperti tertahan, kemungkinan karena saluran tersumbat atau dangkal. Akibatnya, kami terpaksa memutar lewat jalan lain,” ucapnya.
Berdasarkan hasil pemantauan BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur pada Senin (02/02/2026), genangan di Jalan Christopel Mihing membentang sekitar 250 meter dengan ketinggian air berkisar 1 hingga 5 sentimeter.
Kepala BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan akumulasi dari intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. “Hujan dengan intensitas tinggi tercatat terjadi pada 29 dan 31 Januari 2026. Itu menjadi faktor utama munculnya genangan,” katanya.
Ia menambahkan, situasi diperparah oleh pasang air Sungai Mentaya yang terjadi bersamaan, sehingga air hujan sulit mengalir dan surut dari kawasan rendah. “Ketika hujan deras bersamaan dengan pasang sungai, air tertahan dan menggenangi permukiman serta badan jalan,” jelas Multazam.
Selain Jalan Christopel Mihing, BPBD juga mencatat genangan cukup luas di Gang Reformasi, Kecamatan Baamang. Hampir seluruh ruas gang tersebut terendam air, sehingga mobilitas warga setempat ikut terdampak.
“Di Gang Reformasi, genangan hampir menutup seluruh jalan, sekitar 90 persen ruas terdampak,” pungkasnya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan