Dari Sinterklas hingga Batu Bara, Natal Trump Sarat Pesan Politik

WASHINGTON DC — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memadukan pesan politik dengan tradisi tahunan malam Natal. Dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Trump mengikuti agenda rutin Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) dengan menerima panggilan telepon dari anak-anak di berbagai negara bagian yang ingin mengetahui perjalanan Sinterklas pada malam Natal.

Tradisi ini sejatinya bertujuan memberi suasana hangat bagi keluarga dan anak-anak, sekaligus memperkenalkan peran NORAD dalam memantau lintasan kereta salju Sinterklas secara simbolik. Namun, seperti yang kerap terjadi, Trump membawa gaya komunikasi khasnya ke dalam percakapan santai tersebut, termasuk menyisipkan isu keamanan nasional dan politik domestik.

Dalam salah satu panggilan dari anak-anak asal Oklahoma, Trump menanggapi pertanyaan mengenai alasan pelacakan Sinterklas dengan penekanan pada aspek keamanan. Ia menyebut bahwa pemantauan dilakukan agar tidak ada pihak yang berniat buruk menyusup, sambil menegaskan pentingnya menjaga negara tetap aman dari ancaman apa pun. Pernyataan itu dinilai sebagai metafora yang mencerminkan pandangan Trump soal perbatasan dan keamanan nasional.

Sepanjang malam, Trump dan Ibu Negara menerima lebih dari selusin panggilan. Dalam berbagai kesempatan, ia menilai kondisi Amerika Serikat berada dalam situasi yang sangat baik, baik dari sisi ekonomi maupun stabilitas nasional. Ia menyampaikan optimismenya dengan menyebut negaranya tengah mencatat capaian positif di berbagai sektor.

Momen unik muncul ketika seorang anak perempuan dari Kansas menyinggung soal hadiah Natal dan menyatakan tidak menginginkan batu bara, yang dalam tradisi Barat sering dikaitkan dengan perilaku buruk. Trump menanggapi dengan membela industri batu bara, menyebutnya sebagai sumber energi yang menurutnya layak dihargai. Ia lalu bertanya dengan nada bercanda apakah sang anak tetap memilih hadiah lain seperti mainan dan permen.

Dalam percakapan lain dengan anak dari North Carolina, Trump menjawab pertanyaan seputar kebiasaan meninggalkan kue untuk Sinterklas. Ia mengatakan bahwa tokoh Natal tersebut mungkin tidak marah jika tidak disediakan makanan, tetapi bisa merasa kecewa karena, menurutnya, Sinterklas dikenal gemar camilan manis.

Meski suasana terlihat santai dan penuh canda, Trump menutup rangkaian panggilan dengan menegaskan bahwa ia harus kembali menangani isu-isu global penting, termasuk hubungan Amerika Serikat dengan Rusia, Ukraina, dan China. Di akhir malam, ia mengunggah pesan Natal di media sosial dengan nada tajam, menyelipkan kritik keras terhadap lawan politiknya, sebuah kontras yang kembali menegaskan gaya komunikasi Trump yang sulit dilepaskan dari nuansa politik. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com