DI sudut Warung Soto Daging Seragen, Jalan MH Thamrin, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (18/02/2026), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Sumardi Bin Sawal, membuka kisah panjang perjalanan hidupnya. Dari perantau yang bekerja sebagai operator ekskavator hingga dipercaya duduk di kursi legislatif sejak 2024, Sumardi berbicara tentang perjuangan, nilai-nilai keluarga, serta komitmennya memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Bontang.
Perjalanan hidup Sumardi Bin Sawal bukanlah kisah yang instan. Lahir di Sragen pada 3 Februari 1965, ia tumbuh dalam keluarga sederhana dengan didikan kuat dari orang tua yang menanamkan pentingnya pendidikan dan kejujuran. Jiwa perantau membawanya meninggalkan kampung halaman sejak 1986, merintis karier dari Bontang hingga Sangatta sebagai operator eskavator, lalu melanglang ke berbagai daerah di Sumatera hingga Jakarta saat krisis moneter 1998. Berbekal pengalaman panjang di dunia kerja, termasuk memimpin perusahaan jasa perkapalan di Bontang, Sumardi akhirnya menapaki jalur politik dan terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bontang periode 2024–2029.
Di balik capaian tersebut, tersimpan cerita lika-liku perjuangan yang menarik untuk disimak. Ia pernah merasakan hidup serba terbatas saat awal kembali ke Bontang pada tahun 2000, bahkan harus membonceng istri dan dua anaknya dengan satu sepeda motor secara bergantian. Namun, berkat doa, kerja keras, dan dukungan keluarga, ia mampu bangkit hingga dipercaya masyarakat duduk sebagai wakil rakyat. Kini, melalui Komisi C yang membidangi PUPR, lingkungan hidup, dan perumahan, Sumardi berkomitmen memperjuangkan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Bontang.
Perjalanan hidup Sumardi itu diceritakannya saat diwawancara secara esklusif oleh reporter Berita Borneo, Yusrizal Zulfikar. Berikut petikannya:
Berita Borneo: Bisa ceritakan perjalanan hidup Anda hingga akhirnya mengabdi jadi wakil rakyat di Kota Bontang?
Sumardi: Dulu merantau di Bontang dari tahun 1986-1988, setelah itu ke Sangatta kerja sebagai operator eksavator. Terus merantau ke Sumatera, di Lampung, Palembang, Jambi, Padang, Pekanbaru, Riau. (Saat) krisis moneter saya ke Jakarta, tahun 1998, (lalu) stand by di kampung selama satu tahun. Tahun 2000, merantau lagi ke Bontang membawahi PT Palmerin Servis bidang perkapalan, crewing. Jadi PT Badak itu charter kapal, tugboat untuk mengakses tanker, sampai (akhirnya) 2024 ikut mencalonkan DPRD, langsung diterima masyarakat Bontang.
Berita Borneo: Bisa Ceritakan masa kecil bapak ?
Sumardi: Masa kecil saya waktu itu, orang tua Pegawai Negeri Sipil. Saudara (ada) tujuh, meninggal satu, masih enam. Orang tua mendidik harus sekolah, dididik sekolah dan sambil bekerja, membantu orang tua. Alhamdulillah semuanya saudara rata-rata kuliah. (Saya) cita-citanya dulu pilot, tapi nggak kesampaian. Karena kendala kuliah, biaya, jadi (akhirnya) merantau, (terbentuk) jiwa perantau.
Berita Borneo: Siapa yang paling berpengaruh dalam hidup, dari kecil hingga membentuk karakter Anda menjadi jiwa perantau?
Sumardi: Sosok terpengaruh itu ibu, karena ibu itu selalu memberikan motivasi, support ke saya agar, satu, kalau janji sama orang harus ditepati, dua tidak boleh bohong, kalau bisa suka memberi, dalam hal ini sodakoh. Jangan suka minta, tapi usahakan harus memberi, usahakan memberi.
Berita Borneo: Orang tua kan mengharuskan Anda sekolah. Bisa ceritakan latar belakang pendidikan Anda?
Sumardi: Saya (menempuh pendidikan sekolah dasar di) SD Negeri 1 Sragen, terus (mendapatkan pendidikan) di SMP (Sekolah Menengah Pertama) Negeri Sragen. SMA (Sekolah Menengah Atas) di Sragen. Kuliah saya mengambil S1 (strata satu) di Universitas Trunojoyo. Dulu di situ kan cuma dua tahun, D3 (diploma tiga), jadi saya lengkapi S1-nya dan wisuda (tahun) 2010. Waktu itu (setelah wisuda) punya cita-cita, insya Allah kalau nanti sudah dapat (gelar Sarjana) hukum, ingin jadi lawyer membela orang-orang yang tertindas, membela orang-orang yang dizalimi. Tapi jalannya waktu, masuk ke DPRD, memperjuangkan aspirasi rakyat. Semoga warga Bontang ini bisa sejahtera.
Berita Borneo: Lalu, bagaimana awal mula Anda terjun dalam dunia politik?
Sumardi: Waktu itu kami ikut-ikutan mendengar dan bergaul sama orang-orang yang berpolitik, (melalui) Paguyuban, termasuk Paguyuban kami, Paguyuban Sukawati Sragen Bontang, Ika Pakarti, Ikatan Paguyuban Tanah Jawi. Akhirnya saya mengambil sikap (bergabung ke Partai Demokrat), kalau memang harus memberikan sesuatu tapi harus dengan terjun ke politik, kalau ingin membahagiakan atau mensejahterakan semua masyarakat, itu memang harus terjun ke politik. Intinya yang positif bisa membantu masyarakat.
Berita Borneo: Apa motivasi utama Anda memilih jalur pengabdian sebagai wakil rakyat?
Sumardi: Waktu itu kan mengabdi juga bukan untuk keluarga, tapi untuk semua agar kami di DPRD ini bisa bermanfaat untuk masyarakat. Mengabdi untuk masyarakat terutama masyarakat Bontang pada khususnya umumnya Kalimantan Timur.
Berita Borneo: Ada pengalaman paling menarik selama merantau hingga terjun ke dunia politik?
Sumardi: Waktu itu masih baru-baru datang dari Jawa, ditugaskan di Bontang itu, yang namanya hidup anak dua. (Yang) pertama cewek, Elham Ayung Tanjung Sari, terus yang kedua, Satria Tanjung Hartanto, bersama istri, itu masih ngontrak. Jadi ‘berakit-rakit dahulu’, tapi berkat doa dan ikhtiar, Allah memberikan kemudahan, Alhamdulillah kami bisa diberikan kelancaran. Dulu, mohon maaf, motor cuma satu, antar gantian, dinaiki empat orang, istri dan anak dua. Dulu tahun 2001. Datang ke sini kan tahun 2000, kami menderita tapi saya syukurin aja, anak masih SD dan SMP, tapi kalau ada usaha, doa, dan ikhtiar, Allah akan membantu.
Berita Borneo: Lalu, pencapaian apa yang paling membanggakan semasa merantau dan terjun di dunia politik?
Sumardi: Alhamdulillah, bangga dan bersyukur bisa menduduki sebagai anggota dewan, tapi kita tidak boleh terlena, ini adalah ujian, amanah. Mudah-mudahan bisa amanah selalu. Dalam keadaan sehat, saya bersyukur kepada anak-anak saya dan istri saya, adik kakak saya, semua yang ada di Bontang.
Berita Borneo: Siapa saja yang mendukung Anda hingga sukses terpilih menjadi wakil rakyat pada pemilihan legislatif tahun 2024?
Sumardi: Adik kakak saya semua yang ada di Bontang men-support kami menjadi dewan, di-support oleh anak, keluarga, dan saudara kakak, adik.
Berita Borneo: Bagaimana Anda menjalankan tugas sebagai anggota dewan sekarang ini:
Sumardi: Kami di Komisi C, sebagai mitra di pemerintahan dalam hal ini PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), lingkungan hidup (Dinas Lingkungan Hidup), PERKIM (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan). Kami (bekerja) sesuai dengan job desk, memonitor agar pembangunan di Bontang ini merata, mengutamakan kebutuhan masyarakat atau rakyat. Program prioritas yang kami (jalankan), mengharap dengan pemerintahan Bunda Neni dan Pak Agus Haris, agar masyarakat Bontang bisa meminimalisir tentang banjir, agar bisa ditanggulangi kita bersama. Semoga rakyat Bontang diberikan kesejahteraan dalam menempuh kehidupan. Kalau mau gerak, mau bekerja, pasti dapat rezeki, dapat upah, tapi kalau tidak mau usaha ikhtiar, diam aja di rumah, tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
Berita Borneo: Adakah prinsip yang dipegang teguh dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Bontang?
Sumardi: Prinsip kami, selalu melayani masyarakat Bontang yang membutuhkan sesuai dengan job kami, Komisi C. Kan (di) komisi saya itu ada tujuh (orang anggota), maksudnya itu ya rapat, menjalankan sesuai dengan job desk di DPRD, silaturahmi ke seluruh masyarakat Bontang, menghadiri undangan masyarakat Bontang, silaturahmi.
Berita Borneo: Bagaimana dengan filosofi hidup Anda, sebagai pegangan dalam mengabdi?
Sumardi: Filosofinya, apapun perbuatan itu dan apapun yang kami kerjakan adalah ibadah, jangan berharap dari orang lain, berharaplah dari Allah subhanahu wata’ala. Yakin bahwa (dengan) berbuat baik, Allah akan membalas kebaikan.
Berita Borneo: Ada pesan untuk masyarakat Bontang, khususnya pemuda, untuk memotivasi agar bisa sukses seperti Anda?
Sumardi: Mari Bapak Ibu semua warga Bontang kita support program pemerintah Bontang, khususnya Bunda Neni dan Pak Agus Haris, atau program-program seluruh pemerintahan agar pembangunan ini berjalan dengan baik. Ayo kita saling membantu, saling men-support dan memberikan motivasi agar Bontang tetap selalu berbenah. Untuk generasi muda, saya berpesan berusahalah semaksimal mungkin dan jangan malas-malasan, karena pemuda lah tulang punggung Indonesia, tulang punggung kita semua. Tanpa pemuda, kami tidak akan bisa maju karena pemuda adalah harapan bangsa, mari kita semangat dan terus berjuang, jangan patah semangat untuk pemuda-pemuda semuanya. ***
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan