TP PKK Kalbar menilai pembaruan data kependudukan dan penguatan jejaring kader hingga desa penting untuk mendukung peningkatan IPM Sekadau.
SEKADAU – Upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sekadau (Sekadau) tidak hanya bergantung pada program pembangunan, tetapi juga ketepatan data kependudukan serta keterlibatan kader pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa. Karena itu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendorong penguatan peran TP PKK Sekadau melalui 10 program pokok PKK.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kalbar Erlina Ria Norsan saat kunjungan kerja sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) program PKK di Sekretariat TP PKK Sekadau, Jalan Merdeka Timur, Kecamatan Sekadau Hilir, Rabu (09/09/2026).
Menurut Erlina, pembaruan data kependudukan menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian karena data yang tidak mutakhir dapat memengaruhi pemetaan kondisi masyarakat dan pembangunan daerah. Ia meminta masyarakat didorong memperbarui Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Identitas Anak (KIA).
“Saya harapkan ada update data KK dan Kartu Identitas Anak sekalian. Di situ nanti bisa dilihat datanya masih yang lama atau yang baru. Jika masih yang lama, itu bisa saja menjadi kendala IPM daerah rendah,” katanya.
Selain persoalan data, Erlina menilai jaringan PKK hingga tingkat dasawisma memiliki posisi strategis untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Keberadaan kader di desa, rukun tetangga (RT), dan rukun warga (RW) dinilai dapat menjadi penghubung dalam menyosialisasikan program sekaligus menemukan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“PKK merupakan organisasi yang langsung turun ke bawah, ke dasawisma, turun ke desa, RT dan RW untuk mensosialisasikan atau jemput bola untuk perubahan keluarga masyarakat di desa,” jelas Erlina.
Ia mengatakan penguatan peran tersebut perlu diarahkan pada tiga bidang yang menjadi indikator utama IPM, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Kolaborasi antara PKK dan pemerintah daerah dinilai penting agar program pemberdayaan keluarga memberikan dampak langsung terhadap pembangunan manusia.
“Inti dari semua itu adalah bagaimana PKK ini bersinergi bersama pemerintah daerah. Bagaimana PKK ini bisa membantu pembangunan daerah, baik itu masalah stunting, pendidikan, ekonomi keluarga dan lain sebagainya,” kata Erlina.
Erlina juga meminta TP PKK Sekadau bersama pemerintah kecamatan dan desa lebih aktif melakukan kolaborasi. Menurutnya, seluruh desa dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Sekadau.
“Kalau 94 desa yang berada di Sekadau ini bisa berkolaborasi dengan RT dan RW untuk menaikkan IPM daerah ini, kita bersama-sama dengan PKK saling berkolaborasi untuk meningkatkan IPM di Kabupaten Sekadau,” tuturnya.
Erlina menyebut pelaksanaan monev tidak hanya ditujukan untuk melihat capaian program, tetapi juga mengidentifikasi kendala dan inovasi yang telah dilakukan TP PKK Sekadau.
“Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan dan evaluasi Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat terhadap 10 program pokok PKK di seluruh kabupaten kota, termasuk Kabupaten Sekadau,” ujarnya.
Ketua TP PKK Sekadau Magdalena Susilawati Aron menyambut baik pembinaan tersebut. Ia mengatakan kegiatan monev menjadi ruang bagi jajaran TP PKK Sekadau untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus berkonsultasi dan memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan 10 program pokok PKK di wilayah kami, baik dari segi pelaporan, administrasi maupun kegiatan kelompok dasawisma,” ujar Magdalena.
Ia berharap hasil pembinaan dapat meningkatkan kapasitas pengurus dan kader dalam menjalankan program PKK di tingkat masyarakat.
“Besar harapan kami melalui arahan, bimbingan dan koreksi dari Tim Monev, kinerja para pengurus dan kader PKK ke depannya dapat semakin baik dan profesional,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, TP PKK Kalbar turut memberikan bantuan kepada 12 pos pelayanan terpadu (posyandu). Dukungan lainnya diberikan kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sekadau berupa satu mesin jahit dan satu mesin obras, serta pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Di sisi lain, TP PKK Sekadau juga mendorong kebiasaan mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan organisasi. Pada kegiatan tersebut, peserta tidak disediakan minuman dalam kemasan plastik dan dianjurkan membawa wadah minum pribadi.
“Semoga kebiasaan-kebiasaan baik ini terus berjalan dan menjadikan Kabupaten Sekadau bebas dari sampah plastik. Ini tugas kita bersama untuk menjaga dunia dan ruang kita bersama,” pungkasnya. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan