Delapan Orang Hilang Dekat Anak Krakatau, SAR Kerahkan Armada

Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan orang yang hilang di Selat Sunda dengan membagi wilayah operasi menjadi tujuh sektor pada hari ketujuh pencarian.

PANDEGLANG – Upaya menemukan delapan orang yang hilang setelah rombongan jurnalis menuju kawasan Gunung Anak Krakatau memasuki hari ketujuh. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kini memperluas pencarian di tujuh sektor perairan Selat Sunda dengan mengerahkan kapal, helikopter, drone, serta personel dari berbagai unsur.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat penemuan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang belum diketahui keberadaannya sejak Senin (7/9).

“Memasuki hari ketujuh, kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencari dan menemukan delapan korban yang masih hilang. Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan membagi wilayah operasi ke dalam beberapa sektor, serta melibatkan unsur laut, udara, dan darat,” kata Al Amrad sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Senin, (14/9).

Operasi pada hari ketujuh dimulai pukul 07.00 WIB. Area pencarian dibagi menjadi tujuh sektor dengan luasan berbeda, yakni Sektor X seluas 831 mil laut persegi, Sektor Z 512 mil laut persegi, Sektor V 1.182 mil laut persegi, Sektor W 1.167 mil laut persegi, Sektor U 481 mil laut persegi, Sektor Y 413 mil laut persegi, dan Sektor H 2.063 mil laut persegi.

Penyisiran melalui jalur laut melibatkan sejumlah armada, antara lain KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Leuser, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Lepu, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, serta RBB Pulau Peucang dan kapal patroli lainnya.

Dukungan dari udara dilakukan menggunakan helikopter HR 3604 dan dua unit drone termal milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Sementara itu, unsur darat melibatkan personel dan sarana dari Basarnas, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya.

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pelaksanaan pencarian. Berdasarkan rencana operasi, cuaca di perairan Selat Sunda berawan dengan angin dari arah tenggara berkecepatan 10-20 knot dan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 2,5 meter.

Al Amrad menekankan keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama seluruh tahapan pencarian berlangsung.

“Kami mengimbau seluruh unsur SAR Gabungan untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan pencarian. Kami juga memohon dukungan dan doa dari masyarakat agar upaya pencarian terhadap delapan korban ini dapat segera membuahkan hasil,” tutur dia.

Rombongan tersebut sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik.

Lima jurnalis yang masih dicari adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.

Tiga orang lainnya merupakan awak dan pendamping kapal, yakni Warta, 55 tahun, selaku kapten; Surakman, 60 tahun, sebagai Anak Buah Kapal (ABK); serta Heriyanto, 49 tahun, yang bertugas sebagai pemandu.

Hingga hari ketujuh, kedelapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR gabungan akan melanjutkan penyisiran berdasarkan rencana operasi, kondisi lapangan, serta hasil evaluasi untuk meningkatkan peluang menemukan seluruh korban. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com