Gambar Ilustrasi

Diduga Kelalaian, Gudang Minyak Jelantah Banjarbaru Terbakar

Kebakaran gudang minyak jelantah di Banjarbaru diduga dipicu sisa bara api dari aktivitas pengolahan yang belum sepenuhnya padam.

BANJARBARU – Aktivitas pengolahan minyak jelantah yang diduga tidak diawasi secara optimal berujung kebakaran di sebuah gudang di Jalan Trikora, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Selasa (17/03/2026) malam. Insiden ini sempat memicu kepanikan warga setelah terdengar suara ledakan dari dalam gudang.

Kebakaran terjadi saat gudang dalam kondisi kosong tanpa aktivitas pekerja. Namun, sebelumnya pada siang hari, lokasi tersebut diketahui digunakan untuk kegiatan pemanasan minyak jelantah yang mengeras.

Warga setempat, Faisal, mengungkapkan bahwa api sudah dalam kondisi membesar ketika pertama kali terlihat, disertai suara ledakan dari dalam area penyimpanan.

“Awal apinya sudah besar. Ada ledakan, ledakan dari tank minyak,” katanya, sebagaimana dilansir TribunKalsel, Selasa (17/03/2026).

Ia menduga kebakaran dipicu oleh sisa api dari aktivitas sebelumnya yang belum sepenuhnya padam dan ditinggalkan begitu saja.

“Dalam kondisi kosong tidak ada orang, tadi siang ada. Ada aktivitas membakar minyak yang beku, untuk dimasak. Mungkin pas apinya belum padam, ditinggalkan,” ujar Faisal.

Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarbaru Syafrullah menyampaikan bahwa berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran kemungkinan berasal dari bara api yang tersisa sejak sore hari.

Menurutnya, meskipun sebelumnya dianggap telah padam, embusan angin diduga memicu kembali bara tersebut hingga menimbulkan kobaran api yang membesar dan membakar bagian gudang.

Api dengan cepat menjalar ke sejumlah tandon intermediate bulk container (IBC) berkapasitas sekitar 1.000 liter yang tersimpan di dalam gudang. Sebagian tandon dilaporkan hangus terbakar meskipun api tidak sempat meluas ke seluruh bangunan.

Petugas Damkar bersama relawan dan warga sekitar bergerak cepat melakukan pemadaman. Upaya tersebut berhasil mengendalikan api dalam waktu relatif singkat tanpa kendala berarti di lapangan.

Syafrullah menegaskan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini karena lokasi dalam keadaan kosong saat kebakaran berlangsung. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi pelaku usaha, khususnya di sektor pengolahan limbah minyak jelantah, untuk meningkatkan standar keselamatan kerja dan memastikan tidak ada potensi sumber api yang ditinggalkan dalam kondisi aktif guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com