Lansia asal Batu Putih meninggal dunia saat berenang di kawasan wisata Bidukbiduk, diduga akibat kambuhnya penyakit jantung.
BERAU – Seorang lanjut usia berinisial MM (64), warga Kampung Kayu Indah, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau (Berau), meninggal dunia diduga akibat kambuhnya penyakit jantung saat beraktivitas di kawasan wisata Bidukbiduk, Minggu 22 Maret 2026.
eristiwa tersebut terjadi ketika korban tengah berlibur bersama keluarga dan berenang di salah satu objek wisata pantai. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban sempat terlihat beraktivitas normal sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadar di dalam air.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bidukbiduk Suradi menjelaskan, korban datang bersama keluarga sekitar pukul 14.00 Wita dan langsung menikmati wisata pantai.
“Korban sebelumnya sempat berwisata bersama keluarga sekira pukul 14.00 WITA. Saat itu, korban berenang bersama cucunya,” ungkap Suradi, sebagaimana diberitakan Berau Terkini, Senin, (23/03/2026).
Beberapa saat kemudian, anggota keluarga lainnya naik ke darat untuk berganti pakaian, sementara korban masih berada di air dengan kedalaman sekitar 80 hingga 100 sentimeter.
Sekitar 15 menit berselang, keluarga mulai merasa khawatir karena korban tak kunjung menyusul ke daratan. Salah satu anggota keluarga kemudian kembali ke lokasi terakhir korban terlihat. “Saat dicek, korban sudah dalam kondisi tengkurap di dalam air,” jelasnya.
Korban segera dievakuasi dan dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bidukbiduk. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, korban dinyatakan telah meninggal dunia. “Dari keterangan pihak puskesmas, korban sudah dalam kondisi meninggal saat tiba di sana,” tambahnya.
Berdasarkan informasi dari keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung. Kondisi tersebut diduga kambuh saat korban beraktivitas di air. “Diduga korban mengalami kolaps akibat kelelahan yang memicu kambuhnya penyakit jantung,” ujar Suradi.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memastikan tidak akan memperpanjang persoalan. “Keluarga sudah mengikhlaskan dan menyatakan kejadian ini murni karena sakit yang diderita korban,” pungkasnya. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan