Diduga Terlibat Video Asusila, Oknum Kades di Balangan Diperiksa Polisi

BALANGAN – Dugaan keterlibatan seorang kepala desa dalam video tidak senonoh yang beredar di media sosial menghebohkan masyarakat di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Video berdurasi sekitar tujuh menit itu menjadi perbincangan luas setelah tersebar di berbagai platform digital, termasuk media sosial.

Video tersebut diduga menampilkan seorang pria yang disebut-sebut sebagai kepala desa di Kecamatan Awayan. Rekaman itu pertama kali mencuat setelah potongan video dari siaran langsung sebuah akun di TikTok tersebar dan kemudian dibagikan ulang oleh sejumlah pengguna media sosial.

Menanggapi viralnya video tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Balangan langsung melakukan pemanggilan terhadap pria yang diduga terlibat. Pemanggilan dilakukan untuk meminta klarifikasi serta mengumpulkan informasi terkait kebenaran video yang beredar di masyarakat.

Kasatreskrim Polres Balangan, AKP Ferry Kurniawan Goenawi, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap yang bersangkutan. Dalam proses tersebut, pria yang diduga sebagai kepala desa itu mengakui bahwa sosok laki-laki dalam rekaman video tersebut adalah dirinya.

“Dalam keterangan awal yang kami terima, yang bersangkutan menyatakan bahwa pria yang terlihat di dalam video tersebut memang dirinya,” kata Ferry saat memberikan penjelasan kepada wartawan, Minggu (15/03/2026).

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan video tersebut. Aparat juga tengah memeriksa kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.

Sementara itu, pria yang diduga sebagai kepala desa tersebut secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul akibat beredarnya video tersebut. Ia mengaku tidak menyangka rekaman tersebut akan tersebar luas di ruang publik.

Dengan nada penyesalan, ia menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahan pribadi yang tidak seharusnya terjadi, terlebih dengan statusnya sebagai pejabat publik di tingkat desa. “Saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas beredarnya video yang telah menimbulkan keresahan. Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan pribadi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran penting untuk melakukan introspeksi diri ke depannya. “Saya menyadari kekeliruan yang telah terjadi dan berkomitmen untuk memperbaiki diri,” katanya.

Di sisi lain, pihak kepolisian memastikan bahwa penyelidikan terhadap kasus ini tetap berjalan sesuai prosedur. Walaupun yang bersangkutan telah memberikan pengakuan, polisi masih harus mengumpulkan berbagai bukti tambahan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

AKP Ferry menjelaskan bahwa tim penyidik tengah mempelajari kemungkinan pasal-pasal yang dapat diterapkan dalam perkara tersebut. Proses pendalaman dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur pelanggaran pidana yang dapat diproses secara hukum.

Ia juga menyebutkan bahwa pemeriksaan lanjutan terhadap yang bersangkutan telah dijadwalkan oleh pihak kepolisian. Pemeriksaan tersebut direncanakan berlangsung di Polres Balangan pada 16 hingga 17 Maret 2026.

Pria yang bersangkutan menyatakan siap bersikap kooperatif dan akan memenuhi panggilan aparat penegak hukum guna memberikan keterangan yang diperlukan. “Saya akan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan dan siap memberikan keterangan secara terbuka kepada penyidik,” tuturnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan menjadi perhatian publik, khususnya terkait etika pejabat publik serta dampak penggunaan media sosial di ruang digital. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com