PASER — Lonjakan kasus campak di wilayah Kalimantan Timur menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Paser. Meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai kasus campak yang masuk ke Kabupaten Paser, Dinas Kesehatan setempat terus memantau perkembangan melalui seluruh puskesmas yang ada di kabupaten.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, Amri Yulihardi, menyampaikan bahwa penyakit campak banyak dipengaruhi oleh pola dan gaya hidup yang kurang sehat. Ia menekankan pentingnya sosialisasi hidup bersih dan sehat, khususnya menjelang momen Lebaran ketika masyarakat akan berkumpul dengan keluarga dari berbagai daerah.
“Jadi upaya sosialisasi tentang bagaimana hidup bersih dan sehat, sebagaimana penanganan Covid kemarin, kita anjurkan untuk rajin mencuci tangan, ini sangat penting. Apalagi nanti mau lebaran, bertemu keluarga dari luar, upayakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu,” ujar Amri saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan, Kamis (12/03/2026).
Selain sosialisasi, pihak Dinas Kesehatan juga terus melakukan monitoring melalui puskesmas. Apabila ada masyarakat yang terindikasi terjangkit campak atau penyakit menular lainnya, warga diimbau segera mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan layanan kesehatan secepat mungkin.
“Kami menghimbau juga kepada masyarakat, apabila ada terindikasi atau terjangkit, segera ke puskesmas. Ini merupakan upaya antisipasi ya, baik itu untuk penyakit campak maupun penyakit menular lainnya,” tambah Amri.
Dalam menghadapi penyakit menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Paser tidak bekerja sendiri. Fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan dan desa menjadi ujung tombak dalam penerapan langkah promotif dan preventif. Instruksi dari Dinas Kesehatan diarahkan pada koordinasi lintas sektoral, terutama dalam menghadapi masa pancaroba yang dapat memicu berbagai penyakit menular.
“Kami himbau melalui pelayanan yang ada di desa dan kecamatan, karena memang ujung tombaknya ada di pelayanan kesehatan di desa, agar dapat melakukan upaya promotif dan preventif, seperti melaksanakan 3M (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) dan tetap menjaga pola hidup sehat,” pungkas Amri.
Dengan dukungan lintas sektor, baik dari kecamatan maupun pemerintah desa, Amri berharap masyarakat dapat bersama-sama menggerakkan warga untuk menjaga kesehatan, mencegah penyebaran campak, dan penyakit menular lainnya. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan