SAMARINDA – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda mulai mengintensifkan pengamanan pasokan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas utama tetap aman serta mencegah kelangkaan dan lonjakan harga di pasaran.
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi pengendalian harga dan distribusi barang kebutuhan pokok. Salah satu langkah utama adalah memperkuat komunikasi dengan para distributor dan pemasok bahan pangan.
“Kami terus berkomunikasi dengan distributor untuk memastikan stok tetap tersedia, khususnya komoditas cabai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah,” ujar Yama, sapaan akrabnya, kepada awak media saat ditemui di Samarinda, Senin (09/02/2025).
Menurut Yama, komunikasi intensif tersebut bertujuan memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan stok, terutama untuk komoditas yang kerap mengalami fluktuasi harga menjelang Ramadan, seperti cabai. Sebagian besar pasokan cabai untuk Samarinda didatangkan dari Sulawesi dan sejumlah daerah lainnya.
Selain memastikan pasokan dari luar daerah, Disdag Samarinda juga menyiapkan langkah stabilisasi harga melalui pelaksanaan operasi pasar. Kegiatan ini direncanakan digelar di seluruh kecamatan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Operasi pasar akan kami lakukan di kecamatan-kecamatan. Rencananya bisa dua kali dalam satu bulan, terutama menjelang Lebaran, untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau,” kata Yama.
Disdag Samarinda juga melakukan koordinasi lintas sektor untuk mengoptimalkan pemanfaatan hasil pertanian lokal. Pemerintah daerah berupaya agar produk tani dari Samarinda dan sekitarnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
“Kami berkoordinasi dengan dinas terkait agar hasil tani lokal tidak justru dijual ke luar daerah, tetapi bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga Samarinda,” tutur perempuan berhijab ini.
Yama menambahkan, pemanfaatan produk lokal penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan menekan ketergantungan terhadap distribusi dari luar daerah, terutama di tengah potensi gangguan distribusi menjelang hari besar keagamaan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Samarinda berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat terjaga. Disdag juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan.
Upaya pengamanan pasokan ini diharapkan menciptakan situasi pasar yang kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan maupun kenaikan harga bahan pokok. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan