Gambar Ilustrasi

Diterkam Buaya, Bocah Bontang Tak Terdaftar di KK dan BPJS

BONTANG – Tragedi menimpa Abisar, bocah 11 tahun asal RT 08, Kelurahan Loktuan, saat diterkam buaya pada Sabtu (28/02/2026) siang. Selain kondisi kritis akibat gigitan predator, terungkap fakta memilukan: Abisar tidak memiliki jaminan kesehatan.

Hingga Minggu (01/03/2026), korban masih dirawat intensif di ruang ICU Rumah Sakit PKT dan belum sadarkan diri. Penanganan awal mengungkap bahwa Abisar tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, menjelaskan penyebabnya terkait masalah administrasi kependudukan. “Anak itu belum tercatat di Kartu Keluarga, sehingga tak bisa mengakses layanan kesehatan maupun publik. Semua biaya perawatan saat ini bergantung pada sumbangan warga,” ungkapnya.

Kondisi Abisar kian kompleks karena sejak kecil ia tidak tinggal bersama orang tua. Setelah diasuh nenek hingga meninggal dunia, ia berpindah-pindah rumah kerabat, hingga akhirnya status administrasinya belum jelas dan belum tercatat dalam KK yang saat ini merawatnya. “Dia bahkan tidak bisa bersekolah karena dokumennya tidak lengkap,” tambah Bambang.

Ketua RT setempat kini bergerak cepat. Koordinasi dengan pihak kelurahan tengah dilakukan agar Abisar segera dimasukkan ke KK tantenya dan bisa didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Upaya ini diharapkan mempermudah akses layanan kesehatan, terutama selama pemulihan dari serangan buaya.

Kejadian nahas itu mengingatkan masyarakat tentang pentingnya dokumen administrasi. Abisar mengalami gigitan di leher dan kepala, serta luka cakaran di perut saat berenang di rawa-rawa tembusan Selambai, Sabtu (28/02/2026) sekitar pukul 14.00.

Selain trauma fisik, kasus ini menyoroti masalah mendasar: akses jaminan kesehatan dan administrasi kependudukan yang masih menjadi kendala bagi sebagian anak di Bontang. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com