DPRD Kaltara Dukung WFA, ASN Diminta Tidak Tiduran

TARAKAN – Sistem work from anywhere (WFA) yang diterapkan Gubernur Kalimantan Utara kini menjadi sorotan. DPRD Kaltara menyatakan dukungan, tapi menekankan bahwa fleksibilitas kerja tidak boleh menurunkan disiplin aparatur sipil negara (ASN).

Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie, menilai kebijakan ini mengikuti tren nasional. “Banyak daerah, termasuk Jakarta dan Kaltim, sudah menjalankan WFA. Tujuannya efisiensi, tapi harus jelas aturannya,” katanya, Ahad (01/03/2026).

Djufrie mengungkapkan pengalaman lapangan yang menjadi sorotan: banyak ASN masuk kantor siang hari, pulang lebih cepat karena shalat Jumat, bahkan ada yang ketahuan tidur saat WFA. “Kalau WFA dipakai tidur atau ke kebun, ya jelas salah. Sistem ini harus dijalankan secara profesional,” ujarnya.

Menurutnya, WFA bisa berjalan efektif jika semua aparatur tetap standby dan menuntaskan tugas rutin. “Pelayanan publik tetap harus nomor satu. WFA bukan izin bermalas-malasan,” tegasnya.

DPRD menekankan pentingnya komitmen ASN dan non-ASN agar fleksibilitas kerja tidak mengganggu koordinasi dan layanan masyarakat. Dengan pengawasan tepat, WFA diharapkan tetap mampu menghemat anggaran pemerintah dan memberi keleluasaan kerja tanpa mengurangi produktivitas.

Djufrie menyimpulkan, “WFA itu fleksibel tapi tanggung jawab tetap harus dijunjung tinggi. Jika disiplin dijaga, kebijakan ini bisa membawa manfaat besar.” []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com