SAMARINDA – Suasana semarak menyelimuti Halaman GOR Segiri Samarinda pada Rabu (17/09/2025) siang. Ratusan anak usia dini bersama para pendidik dan yayasan berkumpul dalam acara yang digelar Bunda PAUD Kota Samarinda untuk memperingati Hari Anak Nasional sekaligus Hari Kesatuan Gerak PKK. Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antarlembaga PAUD di kota tersebut.
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap jalannya acara. Ia menilai peringatan tersebut berhasil menyatukan berbagai unsur pendidikan anak usia dini dalam satu wadah kebersamaan. “Acara undangan dari Bunda PAUD Kota Samarinda, dalam rangka Hari Anak Nasional dan dikaitkan juga digabungkan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK, jadi dijadikan satu gitu,” ujarnya.
Menurut Sri Puji, acara ini bukan hanya sekadar ajang perayaan, tetapi juga sarana mempertemukan anak-anak PAUD, para pendidik, serta yayasan yang menaungi mereka. “Saya kira tadi itu kan merupakan acara pengenalan kepada termasuk silaturahmi berkumpulnya semua PAUD, anak-anak PAUD, pendidiknya, dan yayasan,” ucapnya.
Meski kegiatan dikemas dengan baik, ia menyoroti kondisi cuaca yang cukup terik. Menurutnya, faktor ini menjadi perhatian penting karena sebagian besar peserta merupakan anak-anak yang rentan terhadap paparan panas matahari. “Jadi acaranya dikemas dengan bagus, cuma tadi kalau kita lihat di lapangan panas sekali, kita ingin melindungi anak-anak ini dari paparan sinar matahari,” jelasnya.
Selain itu, konsep acara yang menghadirkan nuansa budaya mendapat apresiasi khusus. Anak-anak tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai media untuk mengenalkan keberagaman budaya sejak dini. “Acara tersebut dikemas budaya dengan memakai pakaian adat, ini mengenalkan bahwa di Indonesia ini banyak suku bangsa dengan pakaian adatnya,” ungkapnya.
Sri Puji menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya acara serupa menampilkan busana adat Dayak, sementara tahun ini giliran pakaian adat Sulawesi. Pergantian tema tersebut, katanya, mampu memperluas wawasan anak-anak tentang kekayaan budaya Nusantara. “Kalau tahun kemarin dengan pakaian Dayak sekarang dengan pakaian Sulawesi, dan itu bagus sekali,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya suasana belajar yang menyenangkan dalam dunia PAUD. Menurutnya, pendidikan anak usia dini harus diarahkan pada pola pembelajaran yang membuat anak ceria, imajinatif, dan berkarakter positif. “Jadi anak-anak senang, ini juga salah satu tujuan bahwa pendidikan PAUD itu harus menyenangkan,” katanya.
Sri Puji menambahkan bahwa kegembiraan harus menjadi prinsip utama dalam mendidik anak usia dini. Dengan suasana belajar yang menyenangkan, pola pikir kreatif anak dapat berkembang sekaligus membentuk karakter yang baik sejak dini. “Harus menyenangkan, harus membuat anak-anak itu ceria, berkembang imajinasinya, lalu pola pikir anak itu juga, karakternya seperti apa,” pungkasnya. []
Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan