JAWA TIMUR – Program Ketahanan Pangan yang digagas oleh Polri telah mencapai salah satu tahapan penting dengan dilaksanakannya Panen Raya Jagung Serentak Tahap I di Kabupaten Madiun. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendukung ketahanan pangan nasional, yang dimulai dengan penanaman jagung pada bulan November 2024 lalu.
Penanaman jagung yang dilakukan Polri melibatkan lahan seluas 28 hektar di kawasan petak 139 RPH Notopuro, BKPH Notopuro, KPH Saradan. Kini, lahan tersebut telah berhasil dipanen. Puncak kegiatan panen raya jagung serentak kali ini dipusatkan di RPH Notopuro, Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, dan dipimpin oleh Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Kapolres Madiun AKBP Mohammad Zainur Rofik dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa dalam proses penanaman jagung di wilayah RPH Notopuro, Polri, khususnya Polres Madiun dan Satbrimob Polda Jatim, melibatkan berbagai elemen masyarakat. Di antaranya adalah kelompok tani setempat dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Madiun.
“Ada rekan-rekan mahasiswa dari berbagai kampus di Madiun yang turut serta dalam penanaman jagung ini saat melaksanakan KKN,” ujar AKBP Rofik, Rabu (26/02/2025).
Mahasiswa-mahasiswa tersebut bersama Polri dan masyarakat setempat bekerja sama dalam menanam bibit jagung, sebagai wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.
Sebagai bentuk penghargaan atas peran serta mereka, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada lima belas mahasiswa yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Penghargaan itu diserahkan oleh Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo bersama Kapolda Jawa Timur Komjen Pol Imam Sugianto saat pelaksanaan panen raya.
Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan oleh Kapolri merupakan apresiasi terhadap dedikasi dan kerja keras para mahasiswa dalam mendukung sektor pertanian. “Kapolri memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif mahasiswa dalam memperkuat sektor pertanian demi kesejahteraan masyarakat dan pencapaian swasembada pangan,” ujar Dedi Prasetyo.
Harapan ke depan, Dedi Prasetyo berharap kegiatan yang dilakukan mahasiswa ini dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya untuk terus mendukung program-program pemerintah, terutama dalam hal ketahanan pangan.
Dengan kegiatan ini, Polri tidak hanya mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat, tetapi juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan rakyat melalui upaya ketahanan pangan yang berkelanjutan. []
Redaksi03