PASER – Penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) oleh Bulog Kantor Cabang (Kanca) Paser menunjukkan kinerja positif dengan hampir 13 ribu ton gabah milik petani terserap sejak Januari hingga September 2025. Program ini menyasar petani di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU), sebagai upaya menjaga kedaulatan dan stabilitas pangan di wilayah Kalimantan Timur.
Kepala Bulog Kanca Paser, Muhammad Mukhlis, menegaskan bahwa capaian ini jauh melebihi target awal, yakni mencapai 196 persen dari rencana serapan gabah. “Kalau target sebenarnya telah tercapai, serapan kami sudah 196 persen atau hampir 13 ribu ton. Dengan lanjutan penugasan penyerapan ini, InshaAllah serapan GKP kami bisa sampai 200 persen,” ungkap Mukhlis saat ditemui di kantor Bulog Kanca Paser, Rabu (24/09/2025).
Serapan gabah ini dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas panen. Setiap GKP yang dibeli Bulog dihargai Rp6.500 per kilogram, setelah melalui pengecekan mutu. “Tentunya kami cek kualitasnya, karena tujuan dari penyerapan ini untuk kedaulatan pangan. Jadi salah satu syaratnya itu, gabah maupun beras yang diserap oleh Bulog kualitasnya harus benar-benar baik,” jelas Mukhlis.
Menurutnya, penyerapan gabah yang melampaui target menunjukkan meningkatnya semangat bertani di dua kabupaten tersebut. “Ini menunjukkan semangat bertani yang sudah mulai meningkat. Secara nasional untuk wilayah Kaltim dan Kaltara, serapan Bulog mencapai 135 persen,” tambahnya.
Langkah ini tak hanya menjamin ketersediaan cadangan pangan pemerintah, tetapi juga berfungsi untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Mukhlis menambahkan, Bulog Kanca Paser menargetkan serapan tahap kedua hingga Desember 2025 dengan jumlah yang sama atau bahkan meningkat hingga 14 ribu ton.
“Kita harus jaga stabilitas, apalagi harga beras sekarang mulai naik. Jadi kami ada program bantuan pangan, program beras SPHP yang semuanya menggunakan beras maupun gabah yang telah kami serap,” tuturnya.
Bulog Kanca Paser membuka kesempatan bagi petani lokal untuk menjual GKP mereka, sekaligus memberikan kepastian harga yang menguntungkan dan mendorong keberlanjutan produksi pertanian lokal. Program ini diyakini akan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Dengan adanya penyerapan gabah yang masif, pemerintah berharap petani merasa dihargai atas hasil panennya dan terus terdorong untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi. Capaian ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, Bulog, dan masyarakat petani untuk memperkuat kedaulatan pangan di Kalimantan Timur. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan