Monev ADD dan BankeuDes di Sangatta Utara menunjukkan dana RT dimanfaatkan untuk pembangunan semenisasi dan infrastruktur lingkungan, dengan target seluruh gang di wilayah kelurahan memenuhi standar dalam dua tahun ke depan.
KUTAI TIMUR – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memperkuat pengawasan pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bantuan Keuangan Desa (BankeuDes) melalui monitoring dan evaluasi (monev) di tiga desa dan satu kelurahan. Hasil evaluasi menunjukkan dana Rukun Tetangga (RT) yang bersumber dari BankeuDes dinilai mampu mendukung pembangunan infrastruktur lingkungan secara efektif, terutama semenisasi gang dan drainase.
Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi mengatakan monev dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan yang dibiayai melalui ADD dan BankeuDes berjalan sesuai peruntukan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami melakukan monitoring dan evaluasi ke setiap desa dalam pelaksanaan kegiatan melalui program ADD dan BankeuDes, itu juga menjadi prioritas kami untuk dilakukan pengawasan,” ujar Hasdiah saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (19/09/2026).
Menurut Hasdiah, monev di tiga desa telah rampung pada Jumat sebelumnya, sedangkan evaluasi kegiatan di kelurahan masih berlangsung. Pengawasan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memastikan kesesuaian penggunaan anggaran, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan terhadap pelaksana kegiatan di tingkat wilayah.
Hasdiah menilai pemanfaatan dana RT memberikan dampak langsung terhadap percepatan pembangunan infrastruktur lingkungan. Salah satu contoh yang ditemukan dalam evaluasi adalah pembangunan semenisasi gang sepanjang 190 meter dengan anggaran lebih dari Rp70 juta.
“Itu perkembangannya alhamdulillah bagus, dan setelah kami adakan evaluasi ke lapangan, itu sangat bermanfaat sekali dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Contoh pembangunan semenisasi gang, dia hanya menganggarkan Rp70 juta lebih tapi bisa menghasilkan semenisasi gang sepanjang 190 meter,” katanya.
Efisiensi serupa, menurut Hasdiah, terlihat pada pekerjaan semenisasi di Gang Rajawali yang menggunakan beton ready mix. Infrastruktur tersebut memiliki panjang 173 meter, lebar sekitar empat meter, dan ketebalan 35 sentimeter dengan anggaran sekitar Rp198 juta.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Hasdiah menargetkan seluruh gang di wilayah kelurahan dapat memenuhi standar semenisasi dalam dua tahun ke depan. Target itu dinilai dapat dicapai apabila pengelolaan anggaran dilakukan secara maksimal serta dibarengi pendampingan dan pengawasan yang konsisten.
“Target saya insyaallah dua tahun berikutnya untuk kelurahan itu gang-gangnya sudah standar, sudah semenisasi semua, kalau dengan anggaran maksimal dan pendampingan serta pengawasan yang baik,” Harapnya.
Hasdiah juga menilai keterlibatan RT dan masyarakat dalam mengawal pelaksanaan pekerjaan menjadi salah satu faktor yang mendukung efektivitas program. Dengan pengawasan berkelanjutan, pemanfaatan ADD dan BankeuDes diharapkan semakin tepat sasaran serta mampu mempercepat penyediaan infrastruktur lingkungan yang dibutuhkan masyarakat Sangatta Utara. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan