Gagal Salip Truk Sawit, Nyawa Melayang di Jalur Nasional Bangka Barat

BANGKA BARAT – Kecelakaan lalu lintas kembali menelan korban jiwa di jalan lintas nasional Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Seorang penumpang minibus asal Jawa Barat meninggal dunia setelah kendaraan yang ditumpanginya bertabrakan dengan truk bermuatan kelapa sawit di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Sabtu (10/01/2026) siang.

Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB saat minibus Nissan Serena yang melaju dari arah Pangkalpinang menuju Pelabuhan Tanjung Kalian mencoba mendahului kendaraan di depannya. Namun, pada waktu bersamaan, dari arah berlawanan melintas sebuah truk Colt Diesel bermuatan kelapa sawit, sehingga tabrakan keras tak dapat dihindari.

Kepolisian Resor Bangka Barat memastikan satu orang penumpang meninggal dunia di tempat kejadian perkara akibat luka berat yang dialaminya. Korban diketahui bernama Muliandy Nasution (32), warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia mengalami cedera parah di bagian kepala serta sejumlah luka terbuka di wajah dan tubuh.

Kasie Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, mengatakan kecelakaan tersebut diduga kuat dipicu oleh manuver mendahului yang tidak aman. “Mobil penumpang mencoba menyalip kendaraan lain, namun jarak sudah terlalu dekat dengan truk dari arah berlawanan,” ujar Yos kepada wartawan.

Menurutnya, benturan keras menyebabkan kondisi korban sangat fatal sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan. Petugas kepolisian yang menerima laporan warga langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan pengamanan tempat kejadian.

“Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi korban, mengatur lalu lintas, dan mengamankan lokasi agar tidak terjadi kecelakaan lanjutan,” kata Yos.

Selain korban meninggal, kecelakaan itu juga menyebabkan dua pengemudi mengalami luka-luka. Sopir truk sawit, Ishariansyah (46), warga Kecamatan Kelapa, hanya mengalami cedera ringan berupa keseleo pada pergelangan kaki. Sementara itu, pengemudi minibus, Anisul Hakimi, mengalami luka cukup serius, termasuk cedera kepala dan patah tulang pada kedua kakinya.

“Pengemudi minibus langsung kami rujuk ke rumah sakit karena mengalami luka berat dan membutuhkan penanganan medis intensif,” jelas Yos.

Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Polisi juga mengingatkan pengguna jalan agar lebih waspada, terutama di jalur nasional yang padat dan rawan kecelakaan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri menyalip jika kondisi jalan tidak memungkinkan, karena risikonya sangat tinggi,” tegas Yos Sudarso. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com