YERUSALEM — Serangan udara kembali terjadi di Jalur Gaza meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku. Dua remaja Palestina dilaporkan tewas akibat serangan pesawat tanpa awak Israel di Gaza utara, tepatnya di sekitar Rumah Sakit Kamal Adwan, Beit Lahia.
Berdasarkan laporan Badan Pertahanan Sipil Gaza, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah otoritas Hamas, serangan tersebut menewaskan dua anak laki-laki pada Sabtu (24/01/2026). Lokasi serangan berada tidak jauh dari fasilitas kesehatan yang masih aktif melayani warga sipil.
Otoritas Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi telah menerima dua jenazah korban. “Kami menerima dua korban meninggal dunia akibat serangan udara di Gaza utara,” ujar pihak rumah sakit. Kedua korban diketahui berusia 13 dan 15 tahun.
Militer Israel memberikan pembenaran atas serangan tersebut dengan menyebut korban sebagai ancaman bagi pasukannya. Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyampaikan bahwa pasukan di lapangan mendeteksi pergerakan mencurigakan di area terlarang.
“Pasukan kami mengidentifikasi sejumlah individu yang melintasi Garis Kuning, menanam alat peledak, dan bergerak mendekati posisi tentara sehingga menimbulkan ancaman langsung,” demikian keterangan tertulis militer Israel.
Pihak Israel menyatakan bahwa setelah identifikasi dilakukan, angkatan udaranya segera mengambil tindakan. “Setelah target dipastikan, angkatan udara melancarkan serangan untuk menghilangkan ancaman tersebut,” lanjut pernyataan itu.
Sebagai catatan, gencatan senjata di Jalur Gaza dimediasi oleh Amerika Serikat dan mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Dalam kesepakatan tersebut, pasukan Israel ditarik mundur ke belakang garis demarkasi yang dikenal sebagai Garis Kuning. Meski demikian, Israel hingga kini masih menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza.
Insiden pada Sabtu (24/01/2026) ini kembali menimbulkan sorotan internasional, terutama karena terjadi di tengah masa gencatan senjata dan berdekatan dengan fasilitas medis, yang menurut hukum humaniter internasional seharusnya mendapat perlindungan khusus. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan