GCC Desak Tindakan Tegas Internasional Setelah Serangan Israel di Suriah

ISTANBUL – Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pada Kamis (27/02/2025) mengutuk keras serangan udara yang dilakukan Israel terhadap Suriah dan mendesak masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan tegas guna menghentikan pelanggaran yang dianggap mencolok ini. Serangan tersebut dilakukan di kawasan Suriah selatan, yang dilaporkan oleh Channel 14 Israel telah melibatkan pasukan darat Israel yang menyeberangi zona penyangga dan menghancurkan depot senjata menggunakan serangan udara.

Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Albudaiwi, menyatakan bahwa serangan udara Israel pada Selasa malam menargetkan sejumlah lokasi militer, kendaraan, dan depot amunisi Suriah. Dalam pernyataannya, Albudaiwi mengungkapkan kecaman mendalam terhadap serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan perjanjian yang berlaku. Ia menegaskan bahwa serangan ini tidak hanya mengancam keamanan dan stabilitas regional tetapi juga merusak upaya-upaya perdamaian yang telah dibangun.

Albudaiwi juga mendesak masyarakat internasional untuk segera melakukan intervensi guna menghentikan pelanggaran ini, yang dinilai semakin mengancam keamanan internasional dan regional. Tindakan agresi Israel, menurutnya, hanya akan memperburuk ketidakstabilan yang sudah ada di kawasan tersebut.

Pernyataan GCC tersebut juga merujuk pada Pertemuan Menteri Luar Biasa ke-46 yang menyatakan kecaman terhadap serangan berkelanjutan Israel terhadap Suriah. Pihak GCC menilai tindakan Israel, termasuk pendudukan zona penyangga, sebagai pelanggaran langsung terhadap kedaulatan Suriah dan Perjanjian Pelepasan 1974 yang disepakati oleh kedua negara.

Albudaiwi menegaskan kembali sikap GCC yang mendesak penarikan penuh Israel dari semua wilayah yang didudukinya di Suriah, serta menuntut agar Israel mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya komitmen internasional untuk mendukung pemulihan kedaulatan Suriah.

Pada pekan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona penyangga Suriah “untuk masa mendatang,” yang telah diproklamirkan sebagai zona demiliterisasi. Keputusan ini semakin memperburuk ketegangan antara Israel dan Suriah, yang semakin memperbesar risiko ketidakstabilan kawasan.

Pernyataan GCC juga menyebutkan bahwa setelah kejatuhan rezim Bashar al-Assad pada Desember lalu, Israel telah memperluas pendudukannya di Dataran Tinggi Golan, dengan merebut zona penyangga yang sebelumnya demiliterisasi. Langkah ini jelas bertentangan dengan Perjanjian Pelepasan 1974 dan semakin memperburuk hubungan antara kedua negara. Selain itu, serangan udara Israel yang terus-menerus menargetkan posisi militer Suriah semakin memicu kecaman dari PBB dan negara-negara Arab.

Dalam konteks ini, GCC mengingatkan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan negara dan pemenuhan hukum internasional adalah kunci untuk memastikan perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah. []

Redaksi03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
X