SUMBAWA – Getaran gempa bumi kembali dirasakan warga Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis malam (25/12/2025). Gempa dengan kekuatan magnitudo 3,2 tersebut terjadi sekitar pukul 20.01 WIB dan sempat membuat sebagian warga terkejut, meskipun hanya berlangsung singkat.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat berpusat di koordinat 8,23 Lintang Selatan dan 117,76 Bujur Timur. Titik gempa berada sekitar 47 kilometer di arah timur laut wilayah Sumbawa dengan kedalaman 16 kilometer di bawah permukaan tanah. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Guncangan dengan skala kecil hingga sedang ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa wilayah NTB termasuk kawasan aktif secara tektonik. Aktivitas seismik di daerah ini bukan hal baru dan dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga kewaspadaan masyarakat dinilai tetap menjadi faktor penting meski gempa tidak menimbulkan dampak besar.
BMKG menjelaskan bahwa informasi gempa yang disampaikan ke publik merupakan hasil analisis awal yang diprioritaskan untuk kecepatan penyebaran. Dengan demikian, data teknis seperti kekuatan dan kedalaman gempa masih berpotensi mengalami perubahan seiring pemutakhiran analisis.
“Informasi awal ini disampaikan agar masyarakat segera mengetahui adanya aktivitas gempa. Pembaruan data akan dilakukan setelah analisis lanjutan selesai,” demikian keterangan BMKG melalui rilis resminya.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Aparat pemerintah daerah dan instansi terkait masih melakukan pemantauan situasi di lapangan untuk memastikan kondisi tetap aman.
Sejumlah warga mengaku merasakan getaran ringan, terutama di area permukiman tertentu. Namun, aktivitas masyarakat secara umum tetap berjalan normal. Meski demikian, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pihak berwenang.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan, khususnya di daerah rawan gempa seperti NTB. Kesiapsiagaan masyarakat, mulai dari pemahaman jalur evakuasi hingga pengetahuan dasar mitigasi gempa, dinilai perlu terus ditingkatkan agar risiko dapat diminimalkan apabila terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar di masa mendatang. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan