Gencatan Senjata Diuji, 4 Tewas Ditembak Pasukan Israel di Rafah

RAFAH — Ketegangan di Jalur Gaza kembali memanas setelah militer Israel menewaskan empat orang yang disebut sebagai tersangka militan di wilayah selatan Gaza. Insiden tersebut terjadi pada Senin (09/02/2026) waktu setempat ketika keempat orang itu dilaporkan keluar dari terowongan bawah tanah di area Rafah.

Pihak militer Israel menyatakan kelompok bersenjata tersebut lebih dulu melepaskan tembakan ke arah pasukan mereka. Dalam keterangan resminya, Israel menilai tindakan itu sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung.

“Empat orang bersenjata keluar dari terowongan bawah tanah dan menembaki pasukan di Rafah. Setelah diidentifikasi, pasukan kami mengambil tindakan hingga keempatnya tewas,” demikian pernyataan militer Israel pada Senin (09/02/2026).

Militer Israel juga memastikan tidak ada prajurit yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Operasi di kawasan Rafah disebut masih berlanjut untuk menelusuri jaringan terowongan yang diduga digunakan kelompok militan.

Peristiwa ini terjadi saat gencatan senjata Gaza yang dimediasi Amerika Serikat telah memasuki fase kedua. Meski demikian, situasi di lapangan masih diwarnai saling tuding pelanggaran antara Israel dan Hamas, menandakan rapuhnya kesepakatan damai yang sedang dijalankan.

Dalam skema fase kedua gencatan senjata, terdapat agenda demiliterisasi Jalur Gaza, termasuk wacana pelucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap pasukan Israel. Namun, Hamas berulang kali menegaskan bahwa pelucutan senjata merupakan garis merah, meskipun membuka kemungkinan pengalihan kewenangan senjata kepada otoritas Palestina di masa depan.

Sejumlah pejabat Israel mengklaim Hamas masih memiliki puluhan ribu pejuang serta persenjataan ringan dalam jumlah besar di Gaza. Sementara itu, komite teknokrat Palestina yang dibentuk untuk mengelola pemerintahan sipil di wilayah tersebut belum menunjukkan kejelasan mengenai langkah konkret terkait isu demiliterisasi.

Rangkaian kekerasan terbaru di Rafah ini kembali memperlihatkan bahwa proses menuju stabilitas di Gaza masih jauh dari kata tuntas, meskipun jalur diplomasi terus diupayakan oleh berbagai pihak internasional. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com