Gambar hanya ilustrasi

Generasi Muda Tunjukkan Tekad, Gowes Panjang ke Haul Sekumpul

BANJARMASIN – Arus kedatangan jamaah menuju peringatan Momen 5 Rajab di Sekumpul, Martapura, kembali menghadirkan kisah-kisah inspiratif. Di tengah ribuan peziarah yang memadati jalur darat, sebuah rombongan kecil remaja mencuri perhatian publik. Mereka memilih cara sederhana namun penuh tekad: mengayuh sepeda sejauh ratusan kilometer demi menghadiri haul Abah Guru Sekumpul.

Rombongan tersebut terdiri dari lima pelajar asal Kabupaten Tabalong. Dengan menggunakan sepeda BMX, para remaja belasan tahun itu menempuh perjalanan panjang melintasi sejumlah kabupaten di Kalimantan Selatan. Tanpa kendaraan bermotor, mereka mengandalkan kekuatan fisik dan semangat kebersamaan untuk sampai ke tujuan.

Keberadaan mereka pertama kali diketahui relawan yang berjaga di jalur lintasan jamaah. Salah satunya Yadi, relawan di Rest Area Batupiring, Kabupaten Balangan. Ia mengaku terkejut sekaligus kagum melihat rombongan pelajar tersebut tiba di lokasi persinggahan dengan sepeda.

“Tadi kami temui lima anak muda datang menggunakan sepeda. Setelah ditanya, ternyata mereka berangkat dari Tabalong dan berniat langsung menuju Sekumpul,” ujar Yadi, Kamis (25/12/2025).

Menurut Yadi, kelima remaja itu sempat berhenti sejenak di rest area untuk beristirahat dan mengisi tenaga. Meski menempuh perjalanan jauh, kondisi fisik mereka dinilai masih cukup baik. Setelah rehat singkat, rombongan tersebut kembali melanjutkan perjalanan dengan tetap menjaga kekompakan.

Melihat jarak tempuh yang tidak ringan, Yadi mengaku pihak relawan berupaya memberikan perhatian ekstra. Ia juga meminta bantuan relawan lain dan masyarakat di sepanjang jalur yang akan dilewati rombongan tersebut agar turut memantau keselamatan mereka.

“Kami berharap teman-teman relawan di wilayah Barabai, Kandangan, Tapin, hingga Martapura bisa ikut memperhatikan perjalanan mereka. Ini demi memastikan mereka tetap aman sampai tujuan,” tuturnya.

Dalam perjalanannya, kelima pelajar itu tampak cukup mempersiapkan diri. Mereka mengenakan helm sepeda dan perlengkapan keselamatan dasar, serta membawa tas berisi kebutuhan pribadi. Kesederhanaan perjalanan tersebut justru mencerminkan semangat religius dan ketulusan niat para jamaah muda.

Kisah ini menjadi gambaran kuat tentang kecintaan generasi muda terhadap tradisi keagamaan dan keteladanan ulama. Di tengah kemudahan akses transportasi modern, mereka memilih cara yang lebih menantang sebagai bentuk pengorbanan dan penghormatan. Perjalanan lima remaja bersepeda menuju Sekumpul bukan sekadar kisah unik, tetapi juga pesan tentang keteguhan iman, solidaritas, dan semangat pantang menyerah. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com