PASER — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Paser menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI dengan tema “Golkar Solid, Indonesia Maju” di Ballroom Hotel Bumi Paser, Rabu (25/02/2026). Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi internal partai dalam menentukan arah kepemimpinan dan strategi politik ke depan, khususnya menghadapi kontestasi legislatif dan pemilihan kepala daerah.
Musda tersebut dihadiri jajaran pengurus Partai Golkar tingkat kabupaten dan provinsi, kader, serta sejumlah tamu undangan. Dalam forum itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kalimantan Timur M. Husni Fahrudin memaparkan dinamika pemilihan Ketua Golkar di tingkat provinsi, termasuk perubahan suasana politik dibandingkan periode sebelumnya.
“Pada periode sebelumnya pemilihan ketua partai Golkar Kaltim sangat keras pertarungannya. Namun untuk periode saat ini, dinamika pemilihan ketua partai Golkar Kaltim menjadi lebih kondusif. Hal ini terjadi karena ketua partai Golkar terpilih menjadi gubernur Kaltim, sehingga tokoh-tokoh Golkar yang ingin berkompetisi menyerahkan dukungannya kepada Rudy Mas’ud untuk menjadi ketua Golkar Kaltim”, paparnya.
Menurut Husni, keberhasilan Golkar dalam pemilu legislatif menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat posisi partai pada pemilihan kepala daerah. Ia juga memaparkan capaian Golkar di Kalimantan Timur, baik di lembaga legislatif maupun pemerintahan daerah.
Ia menyebutkan adanya peningkatan jumlah kursi DPRD dari 13 menjadi 15 kursi, serta keberhasilan kader Golkar menduduki posisi pimpinan DPRD di hampir seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
“Di Indonesia kepala daerah terbanyak diduduki oleh kader-kader partai Golkar”, imbuhnya.
Keberhasilan tersebut, lanjut Husni, menempatkan Golkar sebagai salah satu partai yang memiliki posisi strategis dalam pengusungan kepala daerah melalui kekuatan legislatif.
“Mekanisme penentuan pemilihan kepala daerah yang dipilih oleh DPRD sangat luar biasa. Ketika daerah-daerah memiliki kursi yang besar dan memenangkan partai politiknya, maka rekomendasi koalisi pusat tidak akan mengurangi posisinya. Paling tidak sebagian wakil bupati, wakil walikota atau wakil kepala daerah”, tambahnya.
Melalui momentum Musda XI ini, Husni berharap seluruh kader Golkar terus memperkuat militansi dan soliditas untuk meraih kursi legislatif sebanyak mungkin pada pemilu mendatang. Menurutnya, perolehan kursi menjadi indikator utama dalam menentukan posisi tawar partai dalam kontestasi politik daerah.
“Jadi perjuangan kita hari ini jangan ingat bahwa pilkada jadi dipilih oleh DPRD, tapi ingatlah bahwa hari ini kita berjuang untuk memenuhi kursi sebanyak-banyaknya. Ketika indikator itu terpenuhi, maka urusan kepala daerah, urusan pilkada otomatis akan mengikuti “, pungkasnya.
Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Paser diharapkan menjadi momentum penguatan struktur organisasi serta strategi pemenangan partai guna mempertahankan dan meningkatkan capaian politik di tingkat daerah maupun provinsi. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan