NUNUKAN – Kemunculan seekor buaya muara berukuran besar di tengah kawasan permukiman warga Desa Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, kembali menyoroti persoalan keselamatan lingkungan dan kedekatan habitat satwa liar dengan pemukiman manusia. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (25/12/2025), sekitar pukul 21.30 WITA, tepatnya di Jalan Sultan Hasanuddin RT 11.
Buaya muara (Crocodylus porosus) dengan panjang diperkirakan lebih dari dua meter itu diketahui berada persis di depan rumah warga. Hewan reptil tersebut kerap bersembunyi di dalam gorong-gorong jalan dan sesekali muncul ke permukaan, sehingga memicu kepanikan warga sekitar. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya, mengingat lokasi kejadian merupakan area yang sering digunakan anak-anak untuk bermain serta warga yang biasa memancing di sekitar saluran air.
Kekhawatiran warga akhirnya dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (rescue damkar) Sebatik Timur. Laporan tersebut disampaikan oleh seorang warga bernama Irwan (43), yang merasa keselamatan lingkungan tempat tinggalnya terancam akibat keberadaan buaya tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue damkar Sebatik Timur langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Komandan regu damkar Sebatik Timur, Duwi Subakti, menyampaikan bahwa proses evakuasi tidak berjalan mudah. Buaya tersebut cenderung pasif dan memilih bertahan di dalam gorong-gorong, sehingga menyulitkan petugas untuk menariknya keluar.
Menurut Duwi, petugas harus menggunakan berbagai teknik dan peralatan secara hati-hati agar buaya dapat dievakuasi tanpa membahayakan warga maupun petugas. Setelah melalui upaya yang cukup intensif, buaya akhirnya berhasil dikeluarkan dari persembunyiannya dan dijinakkan.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit dan menjadi perhatian warga sekitar karena lokasinya berada di pinggir jalan umum. Meski demikian, petugas memastikan situasi tetap terkendali dan masyarakat diminta menjaga jarak demi keselamatan bersama.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan habitat alami buaya. Warga diimbau segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan satwa berbahaya di lingkungan permukiman guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan