Grab Resmi Hadir di Kutai Barat, Dorong Ekonomi Driver dan UMKM

KUTAI BARAT – Layanan transportasi dan pesan-antar berbasis aplikasi, Grab, resmi beroperasi di Kabupaten Kutai Barat sejak awal Februari 2026. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi mitra pengemudi serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Grab Kubar, Surya, saat diwawancarai pada, Jumat (13/02/2026). Grab itu sudah masuk di Kutai Barat di awal Februari. Kita barengan untuk mencari driver dan juga UMKM karena kita ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat. Driver bisa tambah penghasilan, resto juga tambah penghasilan,” ujar Surya.

Menurut dia, hingga pertengahan Februari jumlah mitra pengemudi yang bergabung telah mencapai ratusan orang dan siap melayani pemesanan GrabBike maupun GrabCar. Di sisi lain, puluhan pelaku usaha kuliner juga telah mendaftar untuk memanfaatkan layanan GrabFood sebagai sarana memperluas jangkauan pasar.

Untuk driver sendiri kita sudah ready. Jadi ketika masyarakat mau order GrabBike, GrabCar, atau GrabFood itu sebenarnya sudah bisa,” jelasnya. Dalam waktu dekat, sekitar 100 hingga 150 restoran ditargetkan aktif dan tampil di aplikasi setelah menyelesaikan proses pendaftaran serta aktivasi sistem. Minggu ini pasti sudah banyak yang muncul di aplikasi, mungkin sekitar 100 sampai 150 resto,” tambah Surya.

Terkait alasan baru masuknya Grab ke Kutai Barat pada tahun ini, Surya menyebut keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan. Sebenarnya lebih ke arah pertimbangan manajemen untuk masuk ke satu kota. Tapi sekarang kita juga sudah dapat mandat untuk hadir di semua kota di Indonesia, termasuk kota-kota yang lebih kecil untuk mengembangkan ekonominya,” katanya.

Ke depan, Grab juga membuka peluang perluasan layanan ke wilayah Mahakam Ulu, meskipun realisasinya dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal pengembangan di Pulau Kalimantan. Untuk membuka di Mahulu kemungkinan pasti ada. Tapi karena banyak kota yang sudah ada jadwalnya, pembukaannya akan bertahap. Yang pasti kita konsisten buka di kota-kota di Kalimantan,” tutupnya.

Kehadiran layanan transportasi digital ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan mitra pengemudi dan perluasan pasar bagi pelaku usaha kuliner di Kutai Barat. []

Penulis Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com