KOTAWARINGIN BARAT – Sebuah gudang kabel milik PT KPC yang berada di kawasan Kompleks Pelabuhan Tanjung Kalap, Kelurahan Kumai Hulu, Kabupaten Kotawaringin Barat, dilaporkan sempat mengalami kebakaran pada Minggu (11/01/2026) malam. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena lokasi gudang berada di kawasan strategis yang menunjang aktivitas pelabuhan.
Kebakaran terjadi di area RT 18, Jalan Pelabuhan CPO. Informasi awal mengenai insiden tersebut diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Barat sekitar pukul 21.48 WIB. Laporan masuk dan tercatat sebagai Laporan Sementara Jaya 65.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kotawaringin Barat, Dwi Agus Suhartono, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel dan armada begitu menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu laporan kami terima, Mako Damkar segera memberangkatkan dua unit armada pemadam kebakaran lengkap dengan personel menuju lokasi kejadian,” ujar Dwi Agus saat dikonfirmasi.
Namun, setibanya di lokasi, petugas mendapati kondisi api telah padam. Meski demikian, tim pemadam kebakaran tetap melakukan langkah-langkah pengamanan dengan memeriksa secara menyeluruh area gudang guna memastikan tidak ada sisa api maupun potensi kebakaran susulan.
“Walaupun api sudah padam, kami tetap melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh rambatan panas dari material boiler yang berada di gudang sebelah. Panas tersebut menyebabkan kabel-kabel yang tersimpan di dalam gudang mengalami lelehan dan memicu percikan panas.
“Dugaan sementara, sumber panas berasal dari boiler di gudang sebelah yang kemudian merambat ke gudang kabel,” jelas Dwi Agus.
Ia menambahkan, peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Adapun waktu respons petugas pemadam kebakaran, sejak menerima laporan hingga tiba di lokasi, diperkirakan sekitar 20 menit.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, untuk kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. “Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian masih kami data bersama pihak perusahaan,” ungkapnya.
Pihak Damkar mengimbau pengelola kawasan industri dan pelabuhan agar rutin melakukan pengecekan terhadap peralatan yang berpotensi menimbulkan panas berlebih, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. []
Admino4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan