Gambar Ilustrasi

Gudang Penyimpanan Jadi Titik Api Kebakaran Masjid As-Sholihin

TARAKAN – Kebakaran hebat melanda Masjid As-Sholihin di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Rabu (28/01/2026) siang. Api muncul dari bagian bawah bangunan masjid dan sempat memicu kepulan asap tebal yang membuat warga sekitar panik.

Peristiwa tersebut dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 14.20 WITA. Tak lama setelah menerima laporan, tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan PMK Tarakan, Eko Supriyatnoko, menyebut respons cepat dilakukan untuk mencegah api merambat ke ruang utama masjid. “Begitu laporan masuk, personel langsung kami kerahkan. Sekitar sepuluh menit kemudian, armada sudah tiba di lokasi,” ujarnya, Rabu (28/01/2026).

Saat petugas tiba, kondisi api dilaporkan sudah cukup besar dengan asap pekat memenuhi area bangunan. “Di lapangan, api sudah berkembang dan asapnya cukup tebal, sehingga kami langsung fokus ke titik sumber kebakaran,” katanya.

Eko menjelaskan, Masjid As-Sholihin memiliki dua bagian utama, yakni ruang ibadah di lantai atas dan area bawah tanah yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan berbagai perlengkapan. “Struktur masjid terdiri dari ruang salat di bagian atas, sementara di bawah digunakan untuk menyimpan ambal, rebana, dan peralatan lainnya,” terangnya.

Berdasarkan hasil penanganan awal, titik api diduga berasal dari area bawah tanah yang menyimpan banyak material mudah terbakar. “Fokus pemadaman kami arahkan ke bagian bawah karena di sanalah banyak bahan yang mudah memicu api, seperti kayu dan karpet,” lanjutnya.

Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan beberapa armada dari berbagai sektor untuk mempercepat penanganan. “Kami turunkan satu unit dari mako, satu unit dari sektor utara, ditambah satu armada pendukung air,” jelas Eko.

Api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat. Proses pemadaman hingga pendinginan dilaporkan selesai sekitar 15 menit. “Penanganan berlangsung cukup cepat, termasuk proses pendinginan agar api tidak kembali muncul,” katanya.

Meski demikian, petugas sempat mengalami hambatan akibat suhu panas di area bawah bangunan. “Kendala utama adalah suhu ruangan yang panas dan tertutup, sehingga menyulitkan pergerakan petugas di dalam,” ungkapnya.

Terkait penyebab kebakaran, Eko menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan secara pasti dan masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. “Untuk penyebabnya belum bisa kami pastikan. Saat ini masih menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com