Guru Adu Jotos dengan Siswa, Polisi dan Disdik Mediasi di Jambi

Polres Tanjung Jabung Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menangani konflik antara guru dan siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Kedua pihak menjalani proses mediasi yang berlangsung di ruang majelis guru, Kamis (15/01/2026), dengan dihadiri unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, serta perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

“Kami berupaya mencari solusi terbaik bagi semua pihak agar masalah ini dapat diselesaikan secara adil dan kondusif,” ujar Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Ade Chandra, Kamis (15/01/2026). Ia menambahkan, pihak kepolisian masih mendalami kronologi kejadian untuk memperoleh gambaran utuh insiden yang mencoreng dunia pendidikan ini.

Namun, guru yang terlibat, Agus Saputra, absen dalam mediasi untuk kedua kalinya, meski telah diundang. Akibat insiden ini, kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 3 Berbak sempat dihentikan sementara. Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, menyayangkan kejadian tersebut dan memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami akan menindaklanjuti tuntutan siswa dan permintaan tenaga pengajar agar guru yang bersangkutan tidak lagi mengajar di sekolah ini,” ungkap Harmonis, Kamis (15/01/2026).

Seorang siswa yang mengaku menjadi korban mengungkapkan, keributan berawal dari kesalahpahaman di dalam kelas yang memicu emosi siswa lain hingga berujung pada aksi kekerasan. Pihak sekolah berharap persoalan ini segera selesai agar proses belajar mengajar bisa kembali normal.

Agus Saputra membantah tuduhan pengeroyokan. Ia menyatakan peristiwa terjadi pada Selasa (13/01/2026) pagi saat kegiatan belajar berlangsung. Menurut Agus, seorang siswa menegurnya dengan kata-kata tidak pantas.

“Kejadiannya bermula saat seorang siswa menegur dengan tidak hormat di kelas. Saya masuk untuk menanyakan, dan siswa itu menantang saya. Refleks saya menamparnya sebagai bentuk pendidikan moral,” ujar Agus, Kamis (15/01/2026), kepada detikSumbagsel.

Di sisi lain, sejumlah siswa menuding Agus menghina salah satu murid dengan kata ‘miskin’. Agus menjelaskan, kata-kata itu dimaksudkan sebagai motivasi dan bukan untuk menghina. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com