TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung mulai memperketat pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik perdagangan yang dipimpin langsung oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali.
Sidak tersebut menyasar beberapa lokasi strategis, mulai dari agen distributor, pasar tradisional, hingga lokasi pelaksanaan pasar murah di wilayah Kabupaten Tana Tidung. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan serta memastikan stok kebutuhan pokok tetap tersedia bagi masyarakat.
Dalam kegiatan pemantauan tersebut, Bupati Ibrahim Ali turut didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolres Tana Tidung, Dandim 0914 Tana Tidung, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS). Mereka meninjau langsung aktivitas jual beli di pasar sekaligus berdialog dengan para pedagang mengenai perkembangan harga sejumlah komoditas.
Ibrahim Ali mengatakan secara umum kondisi harga kebutuhan pokok di pasar masih tergolong stabil meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Namun menurutnya, kenaikan tersebut masih dalam batas yang wajar menjelang Lebaran.
“Setelah kami cek langsung di lapangan, secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif terkendali. Memang ada kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan,” ujar Ibrahim Ali saat ditemui di sela-sela sidak, Senin (09/03/2026).
Beberapa komoditas yang menjadi perhatian pemerintah antara lain ayam potong dan cabai. Berdasarkan hasil pemantauan, harga ayam potong masih berada pada kisaran Rp47 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, sedangkan harga cabai tercatat sekitar Rp100 ribu per kilogram.
Meski demikian, tim sidak menemukan adanya perbedaan harga yang cukup mencolok pada minyak goreng bersubsidi merek Minyak Kita. Produk yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per kilogram ternyata dijual lebih mahal di tingkat pengecer.
“Yang cukup mengejutkan adalah harga Minyak Kita. Ini kan minyak subsidi dengan HET Rp15.700 per kilogram, tetapi di tingkat eceran ada yang menjual hingga Rp22 ribu,” ungkapnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Bupati bersama Kapolres langsung mendatangi salah satu agen untuk menanyakan penyebab kenaikan harga tersebut. Menurut Ibrahim, penelusuran lebih lanjut mengenai rantai distribusi minyak goreng itu akan dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Polres Tana Tidung akan menelusuri alur distribusinya. Dari keterangan agen, harga dari distributor di Tarakan memang sudah lebih tinggi dari HET,” jelasnya.
Selain memantau harga, pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Fitri tetap aman. Ibrahim menyebut sejumlah komoditas penting seperti beras, cabai, ayam potong, dan daging masih tersedia di pasaran. “Stok bahan pokok masih aman. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan harga tetap terkendali agar tidak memberatkan masyarakat,” katanya.
Sebagai langkah pengendalian harga, Pemkab Tana Tidung juga membentuk tim pengawasan yang melibatkan unsur Forkopimda untuk memantau perkembangan harga di pasar.
Selain itu, pemerintah daerah juga menggelar program pasar murah di lima kecamatan sebagai upaya intervensi harga. Melalui program tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah karena adanya subsidi dari pemerintah.
Ibrahim mencontohkan harga telur ayam yang di pasaran mencapai sekitar Rp58 ribu per piring dapat dibeli dengan harga Rp48 ribu di pasar murah. “Program pasar murah ini kami lakukan agar masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Secara keseluruhan, pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar 4.000 paket sembako untuk didistribusikan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Tana Tidung, terutama bagi warga yang membutuhkan. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan