Hasriani, Pejuang UMKM di Balik Es Teler Samarinda

SAMARINDA – Ketika banyak orang mencari kenyamanan di tengah panasnya cuaca Samarinda, seorang ibu rumah tangga bernama Hasriani justru menjadikan teriknya hari sebagai peluang emas. Melalui usaha Es Teler Cream Bunda Anik, ia mampu menghadirkan kesegaran yang digemari banyak warga, sekaligus memperkuat perannya sebagai tulang punggung ekonomi keluarga.

Usaha minuman segar itu dirintis sejak Maret 2025, beberapa minggu sebelum datangnya bulan Ramadan. Berawal dari niat sederhana untuk membantu keuangan rumah tangga pasca sang suami pensiun, Hasriani kemudian memberanikan diri berjualan es teler. “Awalnya cuma ingin bantu-bantu suami setelah pensiun, jadi saya coba jualan es teler,” ujarnya saat ditemui di rumahnya di Jalan Marsda Saleh, RT 23 No. 28, eks Kehewanan, Samarinda, Jumat (17/10/2025).

Dari rumah kecilnya itulah, Es Teler Cream Bunda Anik mulai dikenal. Ia menjajakan dagangannya secara keliling di sekitar Jalan Kemakmuran dan melayani pembeli yang datang langsung ke rumah. Dua menu utama yang ia tawarkan, yakni es teler creamy dan alpukat kocok, kini menjadi favorit pelanggan. “Paling banyak yang cari itu es teler creamy, karena rasanya lebih lembut dan manisnya pas,” ungkapnya sambil tersenyum.

Dalam sehari, Hasriani bisa menjual antara 25 hingga 100 cup, tergantung pesanan. Harga jualnya pun masih ramah di kantong: Rp12.000 untuk ukuran sedang dan Rp15.000 untuk ukuran besar. Promosi ia lakukan secara sederhana lewat WhatsApp dan TikTok. “Saya belum sempat daftar di GoFood atau ShopeeFood, masih belum paham caranya,” katanya polos.

Meski masih berskala rumahan, pesanan terus berdatangan, bahkan untuk acara keluarga. Hasriani pun menyimpan harapan besar agar usahanya semakin berkembang. “Harapan saya semoga usaha ini bisa terus berkembang dan punya cabang sendiri,” tuturnya penuh semangat.

Kisah Hasriani bukan sekadar tentang es teler yang manis dan segar, tetapi tentang keteguhan seorang perempuan Samarinda yang mampu berdiri di tengah kerasnya persaingan kuliner. Dalam setiap cangkir es teler buatannya, tersimpan cerita perjuangan, kerja keras, dan cinta seorang ibu terhadap keluarganya. []

Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com