HULU SUNGAI TENGAH – Warga Desa Rantau Bujur, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), diliputi duka mendalam setelah seorang ibu rumah tangga bernama Mastainah (56) ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai yang berada tidak jauh dari kediamannya, Jumat (23/01/2026).
Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga setelah tidak ditemukan di rumah pada Jumat siang. Peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 WITA, usai korban makan siang bersama suaminya, Abdullah. Setelah itu, sang suami beristirahat dan tertidur. Namun, saat terbangun sekitar pukul 15.00 WITA, Mastainah tidak lagi berada di dalam rumah.
Pencarian awal dilakukan oleh pihak keluarga dengan menyusuri sekitar rumah dan bertanya kepada tetangga. Kondisi pintu samping rumah yang terbuka semakin menimbulkan kekhawatiran, mengingat korban diketahui memiliki riwayat stroke ringan yang berisiko memengaruhi keseimbangan dan daya ingat.
Kasidar BPBD dan Pemadam Kebakaran HST, Fitriadinnoor, menjelaskan bahwa laporan resmi baru diterima sekitar pukul 16.45 WITA. Menyikapi laporan tersebut, aparat desa bersama warga langsung melakukan pencarian darurat sembari menunggu bantuan tim gabungan.
“Begitu informasi masuk, kami segera berkoordinasi dan menurunkan personel untuk memperluas pencarian, terutama di area sungai yang berada dekat dengan rumah korban,” jelas Fitriadinnoor.
Upaya pencarian awal yang dilakukan warga belum membuahkan hasil. Mengingat kondisi korban yang rentan serta lokasi rumah yang berdekatan dengan aliran sungai, aparat desa kemudian meminta dukungan penuh dari BPBD, Damkar HST, serta relawan gabungan.
Penyisiran menyeluruh dilakukan mulai pukul 17.45 WITA dengan fokus utama di sepanjang aliran sungai dan titik-titik rawan. Sekitar pukul 18.00 WITA, tim menemukan tubuh Mastainah dalam kondisi tidak bernyawa pada jarak kurang lebih 100 meter dari lokasi awal dugaan hilang.
Petugas medis yang berada di lokasi memastikan korban telah meninggal dunia. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan disaksikan warga yang tampak terpukul atas kejadian tersebut.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD HST, Koramil dan Polsek Labuan Amas Utara, TAGANA HST, Balakar 654 Murakata, pemerintah desa, serta relawan dan masyarakat setempat.
Pihak kepolisian dan BPBD masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Sebagai langkah antisipasi, BPBD HST mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota dengan kondisi kesehatan tertentu, agar meningkatkan pengawasan dan membatasi akses ke area berisiko seperti sungai. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan