Hubungan 35 Tahun, Rusia–ASEAN Siapkan Dokumen Strategis Baru

Rusia dan ASEAN membahas penguatan kerja sama strategis lintas sektor serta penyusunan peta jalan hubungan lima tahun ke depan di tengah dinamika geopolitik global.

MOSKOW – Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov menggelar pertemuan rutin dengan para duta besar negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) yang terakreditasi di Moskow pada 20 Maret 2026, sebagai upaya memperdalam kemitraan strategis Rusia–ASEAN menjelang peringatan 35 tahun hubungan diplomatik kedua pihak.

Pertemuan yang berlangsung di Moskow tersebut membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan kerja sama menghadapi tantangan global hingga peningkatan kolaborasi di bidang perdagangan, investasi, dan industri berteknologi tinggi berbasis pengetahuan. Selain itu, kedua pihak juga menyoroti pentingnya kerja sama di sektor digitalisasi, energi, serta perluasan interaksi antar generasi muda dan komunitas bisnis.

“Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam menyusun acara peringatan dan menyepakati dokumen kebijakan jangka menengah yang baru,” demikian dikutip dari pernyataan resmi di website Kementerian Luar Negeri Rusia, Jumat (20/03/2026) lalu. Pertemuan ini juga disebut berlangsung dalam suasana bersahabat sebagai bagian dari tradisi dialog rutin kedua pihak.

Hubungan diplomatik Rusia dan ASEAN yang telah terjalin sejak 1995 kini memasuki fase strategis baru. Pada 2025, kedua pihak menandai 35 tahun kemitraan yang dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas dan memperkuat kerja sama di kawasan Asia-Pasifik, khususnya di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Rusia memandang ASEAN sebagai mitra kunci dalam membangun arsitektur keamanan dan kerja sama kawasan yang terbuka, inklusif, dan setara. Oleh karena itu, penguatan hubungan ini tidak hanya berfokus pada kerja sama bilateral, tetapi juga pada sinergi dalam berbagai forum multilateral.

Hasil pertemuan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan dokumen perencanaan kerja sama jangka menengah yang baru sebagai peta jalan hubungan Rusia–ASEAN dalam lima tahun ke depan. Dokumen tersebut akan mencakup penguatan kolaborasi dalam kerangka ASEAN–Eurasian Economic Union (EAEU), ASEAN–Shanghai Cooperation Organization (SCO), serta jalur kerja sama ASEAN–BRICS. []

Penulis: Amy Mulana | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com