JAWA BARAT — Bencana tanah longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (24/01/2026) memunculkan kabar mengejutkan. Kodam III/Siliwangi tengah menelusuri informasi dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut menjadi korban dalam peristiwa mematikan tersebut.
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, menyatakan hingga kini pihaknya belum memperoleh kepastian terkait keberadaan personel TNI dalam daftar korban longsor, baik yang selamat maupun yang masih dilaporkan hilang.
“Data yang kami terima masih terus diverifikasi. Saat ini belum bisa dipastikan apakah ada prajurit kami di antara korban. Informasi itu akan kami pastikan kembali setelah proses pendalaman,” ujar Mahmuddin saat ditemui di Kantor Desa Pasirlangu, Sabtu (24/01/2026).
Mahmuddin menegaskan, operasi pencarian terhadap seluruh korban tetap dilanjutkan oleh tim gabungan, meski kondisi lapangan masih sangat berisiko. Faktor cuaca dan kontur tanah menjadi tantangan utama dalam upaya evakuasi.
“Pencarian tidak dihentikan, namun kami harus menyesuaikan dengan situasi. Hujan masih turun, aliran air cukup deras, dan material longsor masih bergerak. Karena itu, alat berat belum dapat diturunkan ke titik lokasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, medan longsor tergolong ekstrem. Jarak dari titik longsoran di bagian atas hingga ke area bawah mencapai sekitar dua kilometer, membuat proses pencarian dan evakuasi korban berjalan lambat dan penuh risiko.
Sementara itu, warga yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan sementara di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih siaga penuh sambil menunggu cuaca membaik.
“Kami masih menunggu perkembangan informasi, khususnya terkait kemungkinan adanya anggota TNI yang belum diketahui keberadaannya. Semua akan kami sampaikan secara terbuka setelah data benar-benar valid,” kata Mahmuddin menegaskan.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu (24/01/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 10 kantong jenazah telah diterima Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar.
“Saat ini terdapat 10 kantong jenazah di Pos DVI. Enam jenazah sudah berhasil diidentifikasi dan dipastikan oleh keluarga. Selain itu, satu bagian tubuh berupa tangan telah teridentifikasi melalui sidik jari, sementara satu bagian tubuh lainnya masih menunggu hasil pencocokan DNA,” jelas Hendra di lokasi.
Hendra juga mengungkapkan, jumlah korban hilang masih cukup besar. Berdasarkan data sementara dari posko pengaduan, hingga sore hari masih terdapat sekitar 71 warga yang dilaporkan belum ditemukan.
“Angka tersebut masih bersifat sementara. Dari data yang masuk, sebanyak 23 korban sudah teridentifikasi. Artinya, masih ada sekitar 40 orang yang keberadaannya terus kami telusuri,” terang Hendra.
Peristiwa longsor di kaki Gunung Burangrang ini menjadi salah satu bencana paling mematikan di Jawa Barat pada awal 2026, dengan operasi pencarian yang masih berlangsung dan duka mendalam bagi warga setempat. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan