HUT ke-129 Balikpapan, Perayaan Sederhana, Manfaat Nyata

BALIKPAPAN – Memasuki usia 129 tahun, Kota Balikpapan memilih merayakan hari jadinya secara sederhana. Di tengah bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menahan euforia pesta besar dan fokus pada peresmian fasilitas publik yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan hingga ruang ekonomi dan rekreasi.

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 tahun ini digelar dengan nuansa lebih khidmat. Pemkot sengaja menekankan empati terhadap warga di daerah lain yang tengah menghadapi musibah bencana alam, sekaligus memastikan pembangunan kota benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa perayaan hari jadi kota bukan sekadar seremoni formal. “Perayaan tetap kita lakukan, tapi dengan kemudahan dan empati. Yang terpenting, manfaat pembangunan bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Rahmad, Selasa (10/02/2026).

Alih-alih fokus pada panggung perayaan, Pemkot menandai usia 129 tahun dengan peresmian berbagai fasilitas publik. Puskesmas Sepinggan Baru dibuka untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi warga, sementara drainase Gunung Sari mulai berfungsi mengurangi genangan air dan memperbaiki kualitas lingkungan. Taman Kampung Baru juga diresmikan sebagai ruang publik sekaligus sentra UMKM. Fasilitas-fasilitas tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari kesehatan, lingkungan, hingga aktivitas ekonomi harian. “Kami ingin fasilitas ini benar-benar dipakai, dirawat bersama, dan memberi nilai tambah bagi kehidupan warga,” tutur Rahmad.

Selain itu, sejumlah ruang aktivitas masyarakat juga dikembangkan. Jalur pejalan kaki di kawasan Ruhui Rahayu, jogging track di depan Stadion Batakan, lapangan sepak bola outdoor di Balikpapan Timur, hingga penambahan area bermain anak di Taman Tiga Generasi diresmikan untuk mendorong gaya hidup sehat. Pengembangan fasilitas pengelolaan sampah MRF Gunung Bahagia dan Blok D Pasar Klandasan juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan dan aktivitas ekonomi lokal. Keberadaan sarana tersebut diharapkan memperkuat interaksi sosial dan menjadikan ruang kota lebih ramah bagi semua kalangan.

HUT ke-129 ini juga menjadi momentum bagi Balikpapan menerima sejumlah penghargaan Arindama dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk Arindama Utama Bidang Pelayanan Publik, serta penghargaan di bidang pendidikan, lingkungan hidup, perhubungan, dan investasi daerah. Tidak hanya pemerintah, penghargaan juga diberikan kepada warga. Sebanyak 13 warga berprestasi, 7 warga pelopor, dan 7 warga penggerak menerima penghargaan atas kontribusi mereka bagi pembangunan kota. “Penghargaan ini milik seluruh warga Balikpapan yang selama ini ikut menjaga, merawat, dan membangun kota ini,” ungkap Rahmad.

Meski sederhana, rangkaian HUT ke-129 tetap menghadirkan suasana syukur. Peringatan dilakukan secara bergilir di enam kecamatan agar kebahagiaan bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat. Pendekatan ini juga menjadi simbol bahwa Balikpapan ingin tumbuh dengan semangat kebersamaan dan solidaritas.

Menutup peringatan HUT, Wali Kota mengajak seluruh warga untuk menjaga Balikpapan sebagai rumah bersama, terlepas dari latar belakang masing-masing. “Tidak semua lahir di Balikpapan, tapi kita hidup di sini dan membangun masa depan. Mari rawat kota ini dengan rasa memilikinya,” pungkas Rahmad. []

Penulis: Dedi Marsito | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com