YOGYAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) resmi memulai pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta. Proyek strategis ini menjadi bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan rujukan nasional, khususnya bagi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan wilayah penyangga di sekitarnya.
Pembangunan Gedung CMU dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Hutama Karya (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Dimulainya proyek tersebut ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digelar di kawasan RSUP Dr. Sardjito, Jalan Kesehatan Nomor 1, Sekip, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (08/01/2026).
Acara groundbreaking dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya Muhammad Fauzan, serta Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito, bersama jajaran pemangku kepentingan terkait.
Sebelumnya, Hutama Karya telah menandatangani kontrak pekerjaan konstruksi fisik Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di Ruang Bulat Gedung Administrasi Pusat RSUP Dr. Sardjito. Proyek ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas layanan rumah sakit rujukan nasional melalui penyediaan fasilitas medis yang terintegrasi, modern, dan berstandar tinggi.
Kepercayaan kepada Hutama Karya untuk kembali mengerjakan proyek strategis di RSUP Dr. Sardjito tidak terlepas dari rekam jejak perusahaan sebelumnya. Pada tahun 2024, Hutama Karya telah menyelesaikan pembangunan Gedung Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA) di rumah sakit yang sama. Keberhasilan tersebut menjadi landasan bagi kelanjutan kerja sama dalam menghadirkan infrastruktur kesehatan yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur kesehatan sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional.
“Pembangunan Gedung Central Medical Unit RSUP Dr. Sardjito merupakan bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan nasional yang bertujuan memastikan pelayanan kesehatan semakin mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat. Salah satu pilar penting dalam transformasi tersebut adalah penguatan infrastruktur sarana dan prasarana rumah sakit.”
Senada dengan hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyampaikan bahwa pembangunan Gedung CMU memiliki nilai strategis bagi masa depan layanan kesehatan di Yogyakarta dan sekitarnya.
“Pembangunan Gedung Central Medical Unit RSUP Dr. Sardjito merupakan langkah strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan masa depan yang unggul, adil, dan berorientasi pada kemanusiaan. Gedung ini diharapkan menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi Yogyakarta, wilayah selatan Jawa, hingga nasional, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.”
Gedung CMU akan dibangun di kawasan RSUP Dr. Sardjito dengan spesifikasi bangunan terdiri dari dua lantai basement dan 13 lantai utama, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2027. Bangunan ini memiliki luas total mencapai 55.574 meter persegi dan dirancang menggunakan konsep stacking vertikal 14 lantai guna memastikan konektivitas antarruang serta efisiensi alur pelayanan pasien.
Secara fungsional, Gedung CMU dirancang untuk memperkuat layanan perawatan kritikal melalui fasilitas Intensive Care Unit (ICU), High Care Unit (HCU), ruang observasi, hingga unit resusitasi. Pada layanan bedah, gedung ini akan dilengkapi 21 ruang operasi mayor dan 6 ruang operasi minor yang terintegrasi dengan area praoperasi dan pascaoperasi.
Sementara itu, layanan diagnostik diperkuat dengan fasilitas radiologi modern seperti CT-Scan, MRI 3 Tesla, X-Ray, CT Spectral Photon-Counting, serta fluoroskopi. Gedung ini juga didukung oleh laboratorium terpadu yang mencakup Laboratorium UPTD, Laboratorium Terpadu, Laboratorium BGSi, serta fasilitas patologi anatomi dan molekuler.
Dalam pelaksanaan proyek, Hutama–WIKA KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) berbasis ISO 19650 serta prinsip lean construction guna meningkatkan efisiensi, akurasi perencanaan, dan ketepatan waktu pelaksanaan. Mengingat pembangunan dilakukan di lingkungan rumah sakit yang tetap beroperasi, aspek keselamatan kerja, pengaturan arus kendaraan internal, serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit menjadi prioritas utama.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek sesuai standar mutu, keselamatan, dan waktu yang telah ditetapkan.
“Hutama Karya melalui Hutama–Wika KSO dengan porsi Hutama Karya sebesar 70% dan WIKA 30% berkomitmen menghadirkan Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito sebagai fasilitas layanan kritikal, bedah, dan diagnostik yang terintegrasi untuk memperkuat peran rumah sakit rujukan nasional. Kami juga memastikan pengendalian QHSSE serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan selama masa konstruksi. Dengan sinergi seluruh pihak, kami menargetkan penyelesaian pembangunan pada akhir 2027 sehingga fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” tutup Mardiansyah. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan