Ikan Nila Hitam Jadi Ancaman, Thailand Tetapkan Wilayah Bencana

Pengadilan Administrasi Pusat Thailand memerintahkan pemerintah mengendalikan penyebaran ikan nila hitam yang mengancam ekosistem perairan dan mata pencaharian nelayan serta membuka jalan bagi pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak.

SAMUT SONGKHRAM – Perairan Thailand menghadapi ancaman serius akibat penyebaran ikan nila hitam yang berkembang biak cepat dan mengganggu sumber daya pangan ikan lainnya. Kondisi tersebut mendorong Pengadilan Administrasi Pusat Thailand memerintahkan Departemen Perikanan mengambil langkah untuk menghentikan penyebaran spesies yang dinilai semakin invasif.

Putusan yang dibacakan pada Selasa (8/9) itu juga memerintahkan Kementerian Dalam Negeri meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Samut Songkhram menetapkan wilayah terdampak sebagai daerah bencana. Status tersebut diperlukan agar pemerintah dapat segera mengalokasikan anggaran untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat yang mengalami kerugian.

Perintah pengadilan muncul setelah warga mengajukan gugatan karena menilai keberadaan ikan nila hitam telah menimbulkan persoalan bagi kehidupan mereka, terutama nelayan. Ikan tersebut berkembang biak dengan cepat dan memanfaatkan berbagai sumber makanan yang tersedia di perairan.

Spesies yang berasal dari Afrika Barat itu dinilai memiliki keunggulan dalam bertahan hidup karena mampu beradaptasi di lingkungan air tawar maupun air payau. Kondisi tersebut semakin menyulitkan upaya pengendalian karena ikan nila hitam tidak memiliki predator alami di Thailand.

Selain memerintahkan Departemen Perikanan menghentikan penyebaran ikan tersebut, pengadilan menyatakan departemen beserta direktorat jenderalnya bertanggung jawab atas penanganan persoalan tersebut. Putusan itu sekaligus menempatkan pemerintah pada posisi untuk mengambil tindakan terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.

Para penggugat sebelumnya juga menuduh Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian dan Koperasi, serta Kementerian Keuangan lalai dan terlambat mengambil langkah hukum terhadap importir ikan nila hitam.

Langkah hukum itu menjadi perhatian karena persoalan ikan nila hitam tidak hanya menyangkut keberadaan spesies asing di perairan, tetapi juga berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat. Dengan adanya putusan tersebut, pemerintah Thailand dituntut mempercepat pengendalian populasi sekaligus memberikan perlindungan kepada warga yang terdampak, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Senin (15/09/2026). []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com