PENAJAM PASER UTARA — Awal tahun 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan hanya diisi kembang api atau liburan biasa. Di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), ratusan masyarakat justru mengawali tahun dengan menanam pohon bersama, sebagai simbol harapan baru dan komitmen IKN menjadi kota hutan.
Kegiatan yang digelar di Ruang Terbuka Hijau Plaza Yudikatif, Kamis (01/01/2026), melibatkan lebih dari 100 pohon dari 13 jenis tanaman, mulai dari pohon buah hingga kayu-kayuan. Penanaman ini bertujuan memperkaya keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat ekosistem hijau ibu kota baru.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turun langsung memantau jalannya kegiatan dan menyapa para peserta. Ia menegaskan pentingnya menanam pohon sebagai bagian dari budaya hidup warga Nusantara.
“Saya ingin setiap pohon yang ditanam hari ini menjadi bagian dari cerita pribadi Bapak-Ibu. Nanti, ketika kembali ke sini, pohon-pohon itu sudah tumbuh menjadi hutan yang rindang,” ujar Basuki.
Ribuan pendaftar yang masuk secara daring disaring, dan 142 peserta tercepat akhirnya mendapat kesempatan ikut menanam. Sebagian besar peserta mengaku mendaftar karena kegemaran menanam dan kepedulian terhadap lingkungan, sementara lainnya terdorong ingin langsung berkontribusi untuk pembangunan hijau IKN.
Sebelum menanam, peserta diminta menuliskan nama dan harapan untuk tahun 2026 pada tag khusus yang kemudian diikat pada pohon. Langkah sederhana ini membuat setiap pohon memiliki makna personal dan simbol keterikatan warga dengan ruang hijau yang sedang tumbuh.
Salah satu peserta, Rini dari Balikpapan, berbagi kesannya: “Menanam pohon di sini terasa spesial. Rasanya seperti menanam harapan sendiri. Semoga pohon ini tumbuh besar seperti harapan kita di tahun baru ini.”
Peserta datang dari berbagai kota di Indonesia, termasuk Palembang, Medan, dan Samarinda. Usia peserta pun beragam, mulai anak-anak hingga lansia, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dilakukan lintas generasi.
Basuki menambahkan, kegiatan ini bukan hanya seremoni awal tahun. “Menanam pohon hari ini adalah awal dari budaya baru di IKN. Kita ingin kota ini tumbuh hijau, modern, dan harmonis dengan alam,” tuturnya.
Otorita IKN berkomitmen untuk menjadikan penanaman pohon sebagai gerakan kolektif, sehingga Nusantara bukan hanya kota modern dan inklusif, tetapi juga lestari dan sejuk untuk generasi mendatang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan