JAKARTA – Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026, pengelola bandara PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mulai memperkuat sistem pengawasan dan pelayanan di berbagai bandara. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengaktifkan Posko Siaga Angkutan Idul Fitri di 37 bandara yang berada di bawah pengelolaannya.
Posko tersebut mulai beroperasi pada Jumat, 13 Maret 2026, dan akan aktif selama 18 hari hingga 30 Maret 2026. Kehadiran posko ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam operasional bandara selama periode padat perjalanan udara.
Peresmian operasional posko dilakukan secara daring oleh Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, dari kantor pusat perusahaan di Jakarta. Acara tersebut diikuti secara serentak oleh seluruh bandara yang menjadi bagian dari jaringan InJourney Airports di Indonesia.
Menurut Pahlevi, pengaktifan posko menjadi salah satu strategi penting untuk menghadapi tingginya aktivitas penerbangan selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
Ia menjelaskan bahwa mulai pertengahan Maret ini seluruh bandara yang dikelola perusahaan telah memasuki periode layanan khusus angkutan Lebaran. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kesiapsiagaan dari seluruh pihak yang terlibat dalam operasional bandara.
Dalam keterangannya, Pahlevi menekankan bahwa keberadaan posko tidak hanya berfungsi sebagai pusat koordinasi, tetapi juga sebagai sarana pemantauan berbagai indikator operasional yang berkaitan dengan aktivitas penerbangan.
Ia menyebutkan bahwa tim yang bertugas di posko akan memantau sejumlah data penting setiap hari, seperti jumlah pergerakan penumpang, jadwal penerbangan, serta perkembangan kondisi cuaca yang dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Melalui posko ini, kami dapat memantau pergerakan penumpang dan penerbangan secara real time. Informasi tersebut menjadi dasar bagi pengelola bandara dan para pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan dengan cepat apabila terjadi situasi tertentu,” ujarnya, Kamis (13/03/2026).
Selain berfungsi sebagai pusat pemantauan operasional, posko juga disiapkan untuk memberikan bantuan kepada penumpang yang memerlukan informasi atau pendampingan selama berada di bandara.
Musim mudik Lebaran memang dikenal sebagai salah satu periode tersibuk dalam industri transportasi udara. Pada tahun ini, InJourney Airports memperkirakan jumlah penumpang yang dilayani di 37 bandara akan mencapai sekitar 9 juta orang sepanjang masa angkutan Lebaran.
Jumlah tersebut diproyeksikan mengalami peningkatan sekitar dua persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Pada hari tersebut, jumlah penumpang diprediksi mencapai sekitar 570 ribu orang dengan pergerakan pesawat mendekati 4.000 penerbangan.
Pahlevi menilai bahwa pemantauan yang dilakukan melalui posko akan sangat membantu seluruh pihak dalam mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi yang baik antara pengelola bandara, maskapai, otoritas penerbangan, serta instansi terkait menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran layanan selama periode Lebaran.
Dalam proyeksi perusahaan, terdapat lima bandara yang diperkirakan akan mengalami tingkat kepadatan tertinggi selama musim mudik tahun ini. Kelima bandara tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, serta Bandara Kualanamu di Deli Serdang.
Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, pengelola bandara berharap pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun terjadi lonjakan aktivitas penerbangan selama musim mudik dan arus balik Lebaran. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan