Internet Dibuka Bertahap, Iran Klaim Situasi Sudah Terkendali

TEHERAN – Pemerintah Iran mulai melonggarkan pembatasan akses internet dan layanan komunikasi yang sempat diputus selama berhari-hari menyusul gelombang kerusuhan besar di sejumlah wilayah negara tersebut. Pelonggaran dilakukan secara bertahap mulai Sabtu (17/01/2026), setelah otoritas mengklaim kondisi keamanan nasional telah berada di bawah kendali aparat.

Keputusan itu diumumkan menyusul evaluasi pemerintah terhadap situasi pascakerusuhan yang dipicu tekanan ekonomi sejak awal Januari. Kantor berita semi-pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa pembatasan internet dinilai berhasil menekan koordinasi kelompok oposisi dan jaringan yang disebut pemerintah sebagai sel teroris.

Seorang pejabat keamanan Iran mengatakan pemutusan akses komunikasi merupakan langkah darurat untuk menjaga stabilitas negara. “Pembatasan internet terbukti efektif dalam menghentikan komunikasi kelompok-kelompok yang berupaya menciptakan kekacauan dari dalam maupun luar negeri,” ujar pejabat tersebut, seperti dikutip Anadolu.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dimaksudkan sebagai langkah permanen. “Begitu situasi dinilai terkendali, pemerintah langsung menyiapkan skema pemulihan layanan secara bertahap,” katanya.

Pemerintah Iran merancang pemulihan akses komunikasi dalam tiga fase. Tahap pertama adalah pengaktifan kembali layanan pesan singkat atau SMS. Tahap kedua mencakup pemulihan akses ke jaringan internet nasional atau intranet, termasuk aplikasi pesan domestik seperti Eita dan Bale. Adapun tahap terakhir adalah pembukaan penuh akses ke internet internasional.

Sejumlah warga di Teheran mengonfirmasi bahwa layanan pesan domestik sudah mulai bisa digunakan kembali. “Aplikasi lokal sudah bisa diakses, meski koneksi masih lambat dan belum stabil,” kata seorang warga Teheran yang enggan disebutkan namanya.

Namun, lembaga pemantau internet global, NetBlocks, menyatakan pemulihan konektivitas masih sangat terbatas. Dalam pernyataannya melalui platform X, NetBlocks menyebutkan bahwa tingkat koneksi internet Iran baru mencapai sekitar 2 persen dari kondisi normal. “Belum terlihat tanda-tanda pemulihan koneksi secara signifikan ke tingkat biasa,” tulis NetBlocks.

Di tengah klaim stabilitas dari pemerintah, data korban kerusuhan masih menjadi perdebatan. Pemerintah Iran belum merilis angka resmi korban jiwa maupun luka-luka. Namun, lembaga pemantau hak asasi manusia Human Rights Activists News Agency (HRANA) melaporkan angka korban yang jauh lebih tinggi.

Menurut HRANA, sedikitnya 3.090 orang dilaporkan tewas dan 2.055 orang lainnya mengalami luka-luka akibat kerusuhan. Selain itu, lebih dari 22 ribu orang disebut telah ditangkap aparat keamanan di berbagai wilayah Iran.

Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Iran menegaskan bahwa aparat telah bertindak secara proporsional. “Kami menjalankan pengendalian diri semaksimal mungkin, namun keamanan nasional dan ketertiban umum tetap menjadi prioritas utama,” kata seorang juru bicara pemerintah Iran.

Pemulihan penuh akses internet internasional kini dinantikan masyarakat internasional sebagai kunci untuk memverifikasi kondisi sebenarnya di dalam Iran setelah kerusuhan besar tersebut. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com