Iran Bergejolak, Khamenei Dikabarkan Berlindung di Bunker Rahasia

TEHERAN – Situasi politik di Iran dilaporkan semakin bergejolak menyusul meluasnya aksi demonstrasi dan kerusuhan di berbagai kota. Di tengah eskalasi ketegangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikabarkan telah dipindahkan ke sebuah lokasi perlindungan rahasia berupa bunker bawah tanah di kawasan gurun Tabas, Iran bagian timur.

Sejumlah laporan dari sumber terbuka dan media internasional menyebutkan pemindahan itu dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai langkah pengamanan tingkat tinggi. Informasi ini mencuat di tengah meningkatnya tekanan publik terhadap kepemimpinan rezim Teheran akibat protes yang terus meluas dan sulit dikendalikan.

Seorang pengamat keamanan yang aktif di media sosial X mengungkapkan bahwa Khamenei meninggalkan Teheran melalui Bandara Mehrabad pada pagi hari waktu setempat. Menurutnya, rute penerbangan sengaja menjauhi kota Mashhad karena wilayah tersebut dilaporkan sudah tidak sepenuhnya berada di bawah kendali aparat.

“Pergerakan itu menunjukkan kekhawatiran serius di lingkaran kekuasaan. Lokasi aman dipilih jauh dari pusat kota dan keramaian,” tulis akun tersebut dalam unggahannya, Sabtu (10/01/2025).

Laporan serupa juga menyebutkan bahwa unit pengamanan khusus Korps Vali-Amr, bagian dari IRGC, bertanggung jawab langsung atas perlindungan Khamenei. Langkah ini dinilai mencerminkan menurunnya rasa aman di kalangan elite pemerintahan Iran, seiring meningkatnya tekanan dari dalam dan luar negeri.

Surat kabar Inggris, The Telegraph, mengutip pernyataan seorang pejabat senior Republik Islam yang menyebutkan bahwa Khamenei telah memerintahkan IRGC meningkatkan status kesiapan tempur ke level yang lebih tinggi dibandingkan saat konflik singkat dengan Israel beberapa waktu lalu.

“Pemimpin tertinggi menilai ancaman kali ini bersifat multidimensi. Karena itu, seluruh jaringan pertahanan strategis diminta berada dalam kondisi siaga maksimal,” ujar pejabat tersebut.

Sumber yang sama mengakui bahwa Khamenei menaruh kepercayaan penuh kepada IRGC dibandingkan institusi keamanan lain. Menurutnya, loyalitas Garda Revolusi dianggap paling solid di tengah potensi pembelotan di lembaga negara lainnya.

Sementara itu, laporan The Jerusalem Post menyoroti kekhawatiran serius pemerintah Iran terhadap tekanan eksternal, khususnya dari Amerika Serikat. Seorang pejabat Iran menyebut bahwa ancaman politik dan strategi Presiden AS Donald Trump dinilai lebih mengkhawatirkan dibandingkan gelombang protes domestik.

“Dinamika global membuat situasi jauh lebih berbahaya. Apa yang terjadi di negara lain telah memberi harapan baru bagi kelompok penentang di dalam negeri,” katanya.

Hingga kini, otoritas Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait keberadaan Khamenei. Namun, berbagai indikasi menunjukkan bahwa pengamanan tingkat tinggi sedang diberlakukan, termasuk aktivasi jaringan bunker dan fasilitas pertahanan bawah tanah yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com