TEHERAN – Iran sempat menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan, kecuali penerbangan sipil internasional yang memiliki izin resmi, sebelum akhirnya dibuka kembali setelah hampir lima jam.
Pemberitahuan penutupan wilayah udara diumumkan Kamis (15/1/2026), seperti dilansir Anadolu Agency. “Semua penerbangan masuk dan keluar Iran ditangguhkan sementara, kecuali yang telah mendapat izin resmi,” bunyi pernyataan otoritas Iran. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional dan protes domestik anti-pemerintah yang kian meluas.
Seorang pejabat penerbangan Iran menuturkan kepada media, “Kami menutup wilayah udara sementara demi menilai situasi keamanan dan potensi risiko militer di kawasan.”
Penutupan ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump sedang menimbang respons terhadap gelombang protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Iran. Menurut seorang pejabat AS, sebagian personel militer Amerika Serikat telah ditarik dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah sebagai langkah antisipasi.
Beberapa maskapai internasional terdampak. Maskapai Air India mengumumkan, “Beberapa penerbangan kami dialihkan ke rute lain, sehingga kemungkinan terjadi penundaan. Penerbangan yang tidak bisa dialihkan akan dibatalkan demi keselamatan penumpang dan awak pesawat.”
Iran kemudian membuka kembali wilayah udaranya menjelang pukul 22.00 ET (03.00 GMT), dengan lima penerbangan dari maskapai Iran, termasuk Mahan Air, Yazd Airways, dan AVA Airlines, menjadi yang pertama melanjutkan penerbangan. “Situasi kini stabil, dan rute penerbangan telah dibuka kembali,” ujar pejabat otoritas Iran.
Penutupan sementara wilayah udara Iran mencerminkan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi militer, di tengah hubungan yang terus memanas antara Teheran dan Washington serta sejumlah negara Eropa. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan