SAMARINDA — Jajang Hermawan resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Ia menggantikan Budi Widihartanto dalam prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat di Ruang Maratua, Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (26/01/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia, Wakil Gubernur Kaltim, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Wakil Wali Kota Samarinda, Ketua DPRD Samarinda, Ketua DPRD Kutai Kartanegara, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim dan para pimpinan perbankan.
Pengukuhan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru Bank Indonesia di Kaltim, yang memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam sambutannya, Jajang Hermawan menyatakan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus memperkuat berbagai program Bank Indonesia di provinsi ini.

Sebelum menjabat sebagai Kepala KPw BI Kaltim, Jajang Hermawan memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jawa Barat, sejak 13 Agustus 2025. Berbekal pengalaman tersebut, ia optimistis dapat mendorong akselerasi ekonomi Kaltim secara berkelanjutan.
“Dengan amanah baru ini, kami akan melanjutkan program kerja yang telah berjalan serta meningkatkan capaian dari program-program tersebut. Fokus kami tetap pada empat pilar utama, yakni pengendalian inflasi, penguatan sistem pembayaran, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan literasi dan edukasi keuangan yang inklusif,” ujar Jajang, sapaan akrabnya.
Jajang juga menyoroti kondisi inflasi Kaltim yang dinilai masih terkendali. Berdasarkan data year-on-year, inflasi Kaltim tercatat sebesar 2,68 persen pada 2025, masih dalam kisaran target inflasi nasional.
“Inflasi Kalimantan Timur secara year-on-year berada di angka 2,68 persen pada 2025. Ini masih dalam koridor target inflasi nasional dan menunjukkan kondisi yang cukup baik,” kata Jajang kepada awak media usai upacara pengukuhan.
Menurutnya, stabilitas inflasi menjadi fondasi penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendukung iklim investasi di daerah. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus diperkuat.
Dengan kepemimpinan baru di Bank Indonesia Kaltim, diharapkan sinergi antar-lembaga semakin optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Peran Kaltim sebagai wilayah strategis penyangga IKN membutuhkan kebijakan moneter dan sistem keuangan yang stabil, adaptif, serta inklusif.
Pelantikan Jajang Hermawan diharapkan membawa semangat baru bagi penguatan ekonomi Kalimantan Timur, sekaligus mendukung transformasi ekonomi regional di tengah dinamika pembangunan nasional. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan