KUTAI BARAT – Kerusakan parah Jalan Nasional yang melintasi Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, kembali memicu gangguan serius bagi pengguna jalan. Sebuah truk fuso bermuatan material terjebak di lubang besar yang menganga di badan jalan, tepatnya di sekitar Jembatan Kinung, pada Sabtu, (10/01/2025) Hingga sore hari, kendaraan tersebut belum berhasil dievakuasi dan sempat menghambat arus lalu lintas.
Truk bernomor polisi KT 8946 LU itu terperosok di salah satu titik jalan yang kondisinya rusak berat. Kedalaman lubang membuat roda kendaraan terkunci dan tidak mampu bergerak meski sudah beberapa kali dilakukan upaya penarikan dengan alat seadanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi Jalan Nasional Jengan Danum sangat memprihatinkan. Lapisan aspal terlihat terkelupas, permukaan jalan bergelombang, serta lubang-lubang besar dipenuhi genangan air hujan. Kondisi tersebut membuat pengendara kesulitan membaca kontur jalan, terutama saat cuaca mendung atau hujan deras.
Salah seorang warga Kampung Jengan Danum, Novianus, mengatakan kejadian kendaraan terjebak di ruas jalan nasional tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, hampir setiap hari pengendara harus berhadapan dengan risiko serupa. “Kalau sudah hujan, lubang-lubang itu tertutup air semua. Pengemudi sering tidak sadar kalau di depannya lubang dalam,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menyebutkan, pada hari yang sama, sudah ada lebih dari satu kendaraan yang mengalami kendala akibat kerusakan jalan. Namun, tidak semuanya bisa dievakuasi dengan cepat. “Tadi pagi ada truk lain yang sempat terjebak juga, tapi masih bisa ditarik keluar. Yang ini lebih parah karena lubangnya terlalu dalam,” katanya.
Menurut Novianus, kerusakan Jalan Nasional Jengan Danum sudah berlangsung lama tanpa penanganan maksimal. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung antarwilayah di Kutai Barat dan menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat serta distribusi barang. “Sudah lama rusak, tapi belum terlihat perbaikan serius. Padahal ini statusnya jalan nasional,” ucapnya.
Ia menambahkan, genangan air di lubang jalan membuat kondisi semakin berbahaya. Kedalaman lubang disebut mencapai puluhan sentimeter dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. “Kelihatannya seperti jalan biasa, tapi begitu dilalui langsung ambles. Bisa sampai setengah meter lebih dalamnya,” jelas Novianus.
Warga juga menduga lalu lintas kendaraan berat dengan muatan berlebih turut mempercepat kerusakan badan jalan. Truk-truk besar yang melintas setiap hari dinilai tidak sebanding dengan daya dukung jalan yang ada. “Kalau truk bermuatan berat terus lewat tanpa pengawasan, jalan yang rusak ini makin hancur,” katanya.
Masyarakat berharap pemerintah pusat melalui instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh. Mereka khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kendaraan besar, tetapi juga pengendara roda dua akan menjadi korban berikutnya. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan