Jam Sibuk Berubah Mencekam, Kereta Tokyo Mendadak Mati

TOKYO – Gangguan serius melanda sistem transportasi publik Tokyo pada Jumat pagi (16/01/2026) setelah kebakaran di sekitar jalur rel memicu pemadaman listrik. Insiden tersebut menyebabkan penghentian layanan pada dua jalur kereta komuter tersibuk, Yamanote dan Keihin-Tohoku, tepat ketika aktivitas warga mencapai puncak jam berangkat kerja.

Operator kereta api East Japan Railway Company (JR East) menyatakan bahwa penghentian layanan dilakukan demi keselamatan penumpang. Kebakaran dilaporkan terjadi di area dekat Stasiun Tamachi, yang merupakan titik penting perlintasan kedua jalur tersebut.

“Begitu kami menerima laporan adanya gangguan kelistrikan akibat kebakaran, seluruh perjalanan kereta di kedua jalur langsung dihentikan untuk mencegah risiko yang lebih besar,” ujar seorang juru bicara JR East kepada media setempat.

Penyiar nasional NHK melaporkan bahwa api diduga berasal dari fasilitas transformator yang berada di sepanjang jalur rel. Percikan api terlihat sesaat sebelum pukul 08.00 pagi, memicu respons cepat dari petugas pemadam kebakaran. Api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit, namun dampak terhadap operasional kereta berlangsung lebih lama.

Akibat gangguan tersebut, sejumlah kereta terpaksa berhenti di antara stasiun. Penumpang pun harus dievakuasi dengan berjalan kaki menyusuri rel menuju lokasi aman. Seorang penumpang yang terjebak di dalam kereta Keihin-Tohoku menggambarkan situasi tersebut sebagai pengalaman yang mengejutkan.

“Kami diberitahu untuk tetap tenang, lalu diminta turun dan berjalan mengikuti arahan petugas. Ini pertama kalinya saya mengalami evakuasi di tengah rel,” katanya.

Kondisi tersebut memicu kepadatan luar biasa di berbagai stasiun utama. Jalur Yamanote yang melayani kawasan strategis seperti Shinjuku, Shibuya, dan Tokyo Station mengalami lonjakan penumpang yang tertahan. Sementara itu, gangguan pada Jalur Keihin-Tohoku turut berdampak hingga wilayah Yokohama, memperluas kekacauan mobilitas di kawasan metropolitan Tokyo.

Pakar transportasi perkotaan, Hiroshi Tanaka, menilai insiden ini menjadi peringatan penting bagi pengelola infrastruktur. “Tokyo sangat bergantung pada sistem kereta api. Gangguan kecil saja bisa menciptakan efek berantai yang besar. Ini menunjukkan pentingnya peningkatan sistem cadangan dan respons darurat,” ujarnya.

Hingga Jumat siang, JR East masih melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum layanan kembali dinormalisasi. Pihak operator meminta maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berjanji akan mengevaluasi sistem keselamatan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com