Menjelang Idulfitri, masyarakat Paser lebih memilih menebus barang gadai dan meningkatkan minat investasi emas.
PASER – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian Cabang Tanah Grogot mencatat tren peningkatan penebusan barang gadai oleh masyarakat dibandingkan pengajuan gadai baru, seiring kebutuhan penggunaan barang berharga saat Lebaran.
Fenomena ini terlihat sejak pertengahan Ramadan, ketika masyarakat lebih memilih mengambil kembali barang yang sebelumnya digadaikan, terutama emas perhiasan seperti kalung, cincin, gelang, serta emas batangan merek Antam dan Galeri 24.
Manager Bisnis Pegadaian Tanah Grogot Budianto menyampaikan bahwa pola tersebut merupakan tren tahunan yang cenderung berulang setiap menjelang Idulfitri.
“Untuk tren setiap tahunnya memang lebih banyak yang menebus barangnya ya. walaupun ada yang gadai, cuma tren kenaikan nya tidak begitu signifikan. Justru lebih banyak yang menebus gadai”, papar Budi saat ditemui di ruangannya, Rabu (18/03/2026).
Ia menjelaskan, rata-rata masyarakat menebus barang gadai dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan, sesuai dengan batas maksimal masa gadai. Namun, masa tersebut dapat diperpanjang dengan pembayaran sewa modal yang dihitung setiap 15 hari sebesar 1,2 persen.

Selain layanan konvensional, Pegadaian juga menghadirkan inovasi produk berupa Gadai Fleksi yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi gadai dengan perhitungan biaya harian. “Kita juga ada menawarkan inovasi Gadai Fleksi yang memungkinkan nasabah menggadaikan barang dengan hitungan per hari, yaitu 0,07% per hari. Layanan ini sangat cocok bagi mereka yang membutuhkan dana cepat dalam waktu singkat. Jadi misalnya butuh dana mendesak, tapi beberapa hari lagi pencairan atau gajian, nasabah bisa menggunakan opsi Gadai Fleksi, sehingga perhitungan bunga lebih kecil”, imbuhnya.
Di sisi lain, Pegadaian Tanah Grogot juga memberikan kemudahan bagi nasabah baru melalui program Gadai Peduli, berupa pembebasan biaya administrasi dan gratis sewa modal selama 45 hari pertama.
Tidak hanya transaksi gadai, minat masyarakat terhadap investasi emas juga menunjukkan peningkatan. Produk cicilan emas menjadi salah satu pilihan yang diminati, meskipun saat ini ketersediaan emas Antam masih terbatas dari pusat.
“Jadi kita memang ada program cicil emas. Masyarakat dapat berinvestasi emas dengan pilihan merek seperti Antam dan Galeri 24. Meskipun untuk saat ini stok Antam dari pusat sedang kosong. Untuk pecahan emas yang tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, dengan tenor cicilan mulai dari 1 tahun, hingga maksimal 3 tahun”, tambahnya.
Sejak 2023, seluruh transaksi di Pegadaian Tanah Grogot telah menggunakan sistem non tunai, sejalan dengan imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sistem ini dijalankan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Group, meskipun dalam kondisi tertentu transaksi tunai masih dapat dilakukan secara terbatas.
“Transaksi non tunai kita lakukan dengan BRI group. Kalau untuk transfer ke bank tertentu kita ada limitnya, ada batasnya. Untuk itu kita terus edukasi ke masyarakat terkait sistem non tunai tersebut , meskipun dalam beberapa kasus tertentu, transaksi tunai masih dapat dilayani, terutama jika terjadi masalah jaringan atau sebagai pengecualian”, pungkasnya.
Dengan meningkatnya tren penebusan barang dan investasi emas, Pegadaian Tanah Grogot optimistis aktivitas keuangan masyarakat tetap bergerak positif menjelang perayaan Idulfitri. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan