PONTIANAK — Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Pontianak memperkirakan volume sampah di wilayah tersebut akan mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan sampah diprediksi mencapai sekitar 20 persen seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang hari raya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Syarif Usmulyono mengatakan peningkatan sampah biasanya terjadi akibat berbagai kegiatan rumah tangga yang meningkat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran, seperti belanja kebutuhan pokok, membersihkan rumah, hingga aktivitas memasak.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat produksi sampah rumah tangga meningkat dibandingkan hari biasa.
“Setiap menjelang Idulfitri biasanya terjadi kenaikan jumlah sampah, terutama dari kemasan makanan, plastik, dan limbah dapur. Karena itu kami mengatur jadwal pengangkutan agar tidak terjadi penumpukan,” ujar Syarif pada Minggu (15/03/2026).
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLH Kota Pontianak menyiagakan petugas kebersihan hingga menjelang malam Lebaran. Seluruh personel akan bekerja secara bergiliran agar proses pengangkutan sampah tetap berjalan tanpa hambatan.
Syarif menjelaskan pihaknya juga mengerahkan seluruh armada yang tersedia untuk memastikan pengangkutan sampah dapat dilakukan secara maksimal.
Saat ini, DLH Kota Pontianak memiliki 42 unit armada pengangkut sampah yang akan dioperasikan secara optimal selama periode menjelang Idulfitri.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan tambahan kapasitas pengangkutan untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah yang biasanya terjadi pada hari-hari terakhir sebelum Lebaran.
Pada malam takbiran, DLH juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan waktu pembuangan sampah. Warga diminta membuang sampah paling lambat hingga pukul 03.00 WIB agar petugas memiliki waktu untuk mengangkut seluruh sampah sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
“Kami mengharapkan masyarakat membuang sampah sebelum pukul tiga dini hari pada malam takbiran agar seluruh sampah dapat segera diangkut dan tidak tertinggal di jalan maupun di tempat penampungan sementara,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kebersihan kota tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Syarif mengajak warga Pontianak untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah sesuai jadwal dan pada tempat yang telah disediakan.
“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan sehingga suasana kota tetap bersih dan nyaman saat Idulfitri,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang sampah ke parit atau saluran air. Kebiasaan tersebut berpotensi menyebabkan penyumbatan yang dapat memicu genangan air ketika hujan turun.
Menurut Syarif, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting agar pengelolaan sampah di Kota Pontianak dapat berjalan dengan baik selama momentum Lebaran. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan