Jelang Yom Kippur, 570 Pemukim Israel Masuk Al Aqsa

Sekitar 570 pemukim Israel dilaporkan memasuki pelataran Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur dengan pengawalan pasukan Israel menjelang Yom Kippur, setelah Netanyahu dan ribuan pemukim mengunjungi kawasan Tembok Ratapan.

YERUSALEM – Aktivitas di sekitar kompleks Masjid Al Aqsa meningkat menjelang perayaan Yom Kippur atau Hari Raya Penebusan Yahudi. Pada Minggu (20/09/2026), sekitar 570 pemukim Israel dilaporkan memasuki pelataran kompleks di Yerusalem Timur dengan pengawalan pasukan Israel dan melakukan ritual Talmud.

Peningkatan aktivitas tersebut berlangsung sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama sejumlah menteri dan ribuan pemukim memasuki pelataran Tembok Ratapan di Kota Tua Yerusalem Timur dengan pengamanan ketat. Rangkaian kegiatan itu bertepatan dengan dimulainya Yom Kippur pada Minggu sore hingga Senin sore.

Gubernur Yerusalem menyatakan para pemukim memasuki area pelataran Al Aqsa dan melakukan doa serta ritual Talmud di bawah perlindungan polisi Israel. Otoritas tersebut sebelumnya juga memperingatkan adanya peningkatan aktivitas kelompok Yahudi di sekitar kompleks Al Aqsa selama musim hari raya Yahudi.

Dalam rangkaian kegiatan sehari sebelumnya, Netanyahu terlihat melakukan ritual di kawasan Tembok Ratapan dari balik kaca antipeluru. Dalam video lain, Netanyahu dan istrinya, Sara, terlihat melewati salah satu terowongan penggalian yang membentang di bawah Tembok Ratapan ketika doa Yahudi berlangsung.

“Kami berada di terowongan dekat Tembok Al Buraq. Ini adalah langkah untuk menyentuh batu fondasi keberadaan kita. Kami berada sangat dekat dengan Ruang Mahakudus. Kami ada di sini, dan kami akan selamanya tetap di sini,” kata Netanyahu dalam video itu, dikutip Al Jazeera.

Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin, (21/09/2026), kunjungan Netanyahu tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya aktivitas pemukim di sejumlah lokasi suci di Yerusalem Timur. Otoritas Kegubernuran Yerusalem melaporkan sekitar 570 pemukim memasuki pelataran Al Aqsa pada Minggu.

Kelompok Hamas mengecam tindakan tersebut dan menilai aktivitas Netanyahu di kawasan terowongan serta penggalian di bawah Al Aqsa dan Tembok Al Buraq sebagai tindakan yang mengancam status kompleks tersebut.

“Tindakan Benjamin Netanyahu memasuki terowongan dan area penggalian di bawah Masjid Al Aqsa serta Tembok Al Buraq, disertai pernyataan provokatif dan klaim keliru mengenai Ruang Mahakudus, merupakan serangan terang-terangan terhadap identitas dan status Masjid Al Aqsa, sekaligus provokasi yang melukai perasaan rakyat Palestina serta bangsa Arab dan umat Islam,” demikian pernyataan Hamas.

Hamas juga menegaskan bahwa Al Aqsa merupakan bagian dari warisan Islam dan menolak aktivitas penggalian yang terus dilakukan Israel di bawah kawasan situs suci tersebut.

Rangkaian kegiatan itu berlangsung ketika musim hari raya Yahudi memasuki Yom Kippur setelah perayaan Tahun Baru Ibrani pada 12-13 September. Setelah Yom Kippur, rangkaian hari raya tersebut dijadwalkan berlanjut dengan Sukkot pada 26 September hingga 2 Oktober, kemudian Simchat Torah pada 3 Oktober. Kondisi tersebut membuat aktivitas di sekitar Al Aqsa tetap menjadi perhatian karena adanya peringatan mengenai kemungkinan meningkatnya kunjungan dan ritual di kawasan tersebut. []

Redaksi 03