Maulid Nabi di Balikpapan, Rudy Mas’ud Ajak Teladani Kejujuran Rasulullah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar keluarga besar Bani Mas’ud di Balikpapan menghadirkan pesan tentang keteladanan Rasulullah, kejujuran, amanah, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an.

BALIKPAPAN – Keluarga besar Bani Mas’ud menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam (SAW) 1448 Hijriah (H) di kediaman keluarga Bani Mas’ud, Gang Batu Arang, Kampung Baru, Balikpapan Barat, Minggu (20/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat meneladani akhlak, kejujuran, amanah, dan kepemimpinan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi itu dihadiri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Anggota DPRD Kaltim Syahariah Mas’ud, keluarga besar Bani Mas’ud, sejumlah tokoh masyarakat, ulama, serta warga Balikpapan.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dalam sambutannya mengajak masyarakat tidak sekadar memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga mengenal lebih dalam perjalanan hidup dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin, ayah, suami, dan panutan umat Islam.

Hasanuddin juga menceritakan sejumlah peninggalan Rasulullah SAW yang menjadi bagian dari sejarah Islam, seperti pedang, pakaian, rambut, dan janggut Nabi yang disebut tersimpan di sejumlah tempat, termasuk museum di Turki.

“Bagaimana kita tidak cinta kepada Rasulullah kalau kita tahu sejarahnya, bagaimana Nabi menjadi pemimpin perang dan bagaimana menjadi seorang ayah dan seorang suami,” ujar Hasanuddin dalam sambutannya.

Menurut Hasanuddin, kecintaan kepada Rasulullah perlu dibangun melalui pemahaman terhadap sejarah, karakter, serta perjalanan kehidupan Nabi. Ia berharap peringatan Maulid Nabi yang rutin digelar keluarga Bani Mas’ud setiap tahun dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk semakin mengenal keteladanan Rasulullah.

“Semoga nanti kita lebih mengenal Nabi, bagaimana karakter Nabi, bagaimana Nabi itu hidup,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi perlu diwujudkan dengan meneladani nilai-nilai kehidupan Nabi, terutama kejujuran dan amanah.

“Bicara tentang Maulid, tentunya tidak hanya mengenang kelahiran Baginda Rasulullah SAW, tetapi lebih daripada itu banyak yang harus bisa kita teladani,” kata Rudi.

Rudy menilai sifat jujur dan amanah yang dicontohkan Rasulullah penting diterapkan, termasuk oleh para pemimpin dalam menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyinggung prestasi kafilah Kaltim dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional di Jawa Tengah. Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan generasi muda Kaltim memiliki kesempatan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Selain bidang keagamaan, Rudy menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Ia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyiapkan anggaran pendidikan sekitar Rp1,37 triliun sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan masyarakat.

“Jangan sampai anak-anak kita tidak sekolah. Pendidikan adalah salah satu yang mampu memutus rantai kemiskinan dan kebodohan,” ujarnya.

Menurut Rudy, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat Kaltim agar mampu mengelola potensi sumber daya alam daerah secara optimal pada masa mendatang.

Ia juga mengajak masyarakat terus membumikan Al-Qur’an di Kaltim. Prestasi dalam berbagai ajang keagamaan, menurutnya, perlu diiringi dengan penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagaimana membumikan Al-Qur’an ini di Kalimantan Timur agar negeri kita ini selalu diberkahi,” katanya.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud turut mengapresiasi keluarga besar Bani Mas’ud dan masyarakat Balikpapan Barat yang terus mendukung kegiatan keagamaan dan sosial. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara keluarga, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat.

Rahmad turut menyampaikan terima kasih atas dukungan serta doa masyarakat kepada pemerintah dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

“Kami berterima kasih dan mohon maaf. Mudah-mudahan apa yang dititipkan Allah kepada kita bisa selalu bermanfaat untuk kita semua,” ujarnya.

Rahmad berharap semangat kebersamaan, silaturahmi, dan kepedulian sosial terus dijaga, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausiah Ustaz Das’ad Latif mengenai keteladanan akhlak mulia Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan. Kegiatan itu diharapkan tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga memperkuat semangat masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. []

Penulis: Irwanto S | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *